TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 4,5 Miliar

Jajaran Polda Jambi menggelar jumpa pers terkait penggagalan benih lobster di Kota Jambi.

TINTANUSANTARA.CO.ID, JAMBI – Jajaran Polda Jambi berhasil menggagalkan penyelundupan 30.431 ekor benih lobster senilai Rp 4,5 Miliar

Direktur Polairud Polda Jambi, Kombes Pol Arif Budi Winova mengatakan, benih lobster itu diamankan tim Subdit Gakkum Ditpolair Polda Jambi, di Jalan Lingkar Selatan, Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Kota Jambi, sekitar pukul 22.15 WIB, pada Selasa (07/04/2020) malam tersimpan dalam lima box styrofoam.

Kombes Arif Budi Winova mengatakan, pengungkapan berawal saat pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya upaya penyelundupan benih lobster melalui perairan Jambi dengan tujuan luar negeri.

Menurutnya, saat dilakukan penelusuran pada daerah-daerah yang biasa dilakukan sebagai lokasi transit di sekitar Jalan Lingkar Selatan, petugas melihat ada beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya sedang melakukan bongkar muat box dari sebuah mobil minibus.

Saat tim mendekati kegiatan bongkar muat tersebut, mereka langsung melarikan diri dan dilakukan pengajaran.

“Karena situasi malam, para pelaku berhasil melarikan diri sehingga tim hanya bisa mengamankan 5 box yang diduga merupakan benih lobster,” kata Kombes Pol Arif Budi Winova, saat konferensi pers, Rabu (08/04/2020).

Kemudian, tim mengamankan dan membawa 5 box yang diduga berisi benih lobster ke kantor Ditpolairud Polda Jambi dan setelah itu berkoordinasi dengan BKIPM Jambi untuk proses lebih lanjut.

Pihaknya menyebutkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari 5 box Styrofoam berisi benih lobster dengan total jumlah 30.431 ekor. Dengan rincian 30.200 ekor jenis pasir dan 231 ekor  jenis mutiara dalam keadaan hidup.

“Benih lobster ini dikemas dalam 153 kantong plastik beroksigen, dengan nilai lebih kurang Rp 4.576.200.000,-.” sebutnya.

Tindakan selanjutnya, bersama BKIPM Jambi melakukan pelepas liaran ke habitat dengan lokasi yang sudah ditentukan oleh BKIPM Jambi pada hari Rabu 8 April 2020.

Saat ini tengah dilakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku yang berhasil melarikan diri itu.