Berani Menyikap Tabir

Pencurian dan Penjarahan Buah Kelapa Sawit Tiga Orang Security PT JAW Jadi Korban Kena Tembak Warga SAD

 

 

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Berawal dari pencurian yang sudah terang-terangan tiga orang Security yang bekerja diperusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT Jambi Agro Wijaya (PT JAW) menjadi korban kena tembak oleh warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan senjata api rakitan (Kecepek).

Seorang anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa setempat Husni Thamrin saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian berawal gegara warga yang mencuri buah kelapa sawit, “Itu disamping harga buah kelapa sawit sangat menggiurkan, ditambah lagi mereka memang tidak punya penghidupan yang tetap, jadi karena sudah beberapa bulan ini kegiatan kami dari aparatur yang ada didesa berusaha untuk meminimalisir kejadian, berusaha untuk menghalangi agar mereka tidak mencuri lagi, beberapa kali sudah kita mediasi kita sampaikan larangan dan himbauan namun tidak di gubris.” Ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa yang dicuri oknum warga SAD ini adalah milik dua perusahaan yaitu perusahaan PT JAW dan PT SAL.

“Dua perusahaan ini Disatroni semua.” Sambungnya.

“Dan kebetulan yang ribut kejadian yang besar ini di PT JAW, selama ini pencurian itu berlangsung terus bahkan terkesan bukan mencuri sudah merampok, kalau mencurikan yang punya barang tidak tau, bahkan nyata mereka manen sendiri, dan yang lebih parah lagi mereka ini mengambil buah sawit TBS yang sudah ada di TPH, tempat penimbangan hasil, itu sudah dipanen pemanen sampai ke TPH diangkat sehingga yang dirugikan pemanen, pemanen inikan tidak dapat hitungan dari perusahaan karena yang dihitung itu setelah buah di angkat, alhasil apa akomodasi dari kekesalan pemanen.” Pugkasnya.

Beberapa hari ini eskalasi nya meningkat, kriminal nya meningkat saya selaku Babinsa sudah berusaha meredam, menyampaikan, mendinginkan, bahkan menjanjikanpun semacam lapangan kerja untuk mereka diperusahaan akan tetapi itu di anggap, tidak merubah niat mereka, tapi ada segelintir orang, sebagian banyak yang mau patuh, ini ada suku anak dalam yang diluar air hitam yang ikut menjarah itu diwilayah air hitam, kalau untuk warga air hitam sendiri boleh dikatakan masih bisa dikendalikan kenal sama kita, tau sama kita.

Puncaknya kemarin sekitar jam 4 sore itu terjadi lagi ribut, pertama warga SAD ini ngambil buah bahkan manen didepan satpam, satpam yang sudah diperkuat dari satpam darah dusun baru, lingkup Sinarmas terjadilah semacam gep ribut mulut, sehingga terjadilah adu mulut setelah adu mulut Suku Anak Dalam ini buang tembakan, menembak anggota satpam dengan Kecepek sebanyak dua kali letusan, mengenai tiga orang Security, yang satu kena dipantat bersarang disitu, yang satu mengenai dua orang yaitu ditangan dan pantat, tembakan yang satu lagi mengenai telak dikaki paha, sehingga ke tiga Security tadi dilarikan kerumah sakit Bangko, tadi malam sekitar jam 12 yang satu yang kena tembak dikaki itu tidak bisa ditangani di Bangko di rujuk ke Jambi.

“Sementara ini Suku Anak Dalam yang terlibat konflik sudah dapat keterangan satu dari mereka yang kepalanya kena pukul oleh amuk massa, sudah dijahit di puskesmas sebanyak 13 jahitan atas nama Pesayung, tapi setelah di jahit merasa situasi tidak kondusif mereka langsung lari.”

Para Security yang menjadi korban penembakan oknum warga SAD antara lain:

  1. Tamrin umur 38 tahun
  2. Yasri umur 40 tahun
  3. Tiger

“Situasi saat ini dilokasi kejadian sudah kondusif, para pelaku sudah lari ke dalam hutan.” Ujarnya.

Sementara itu terpantau oleh media ini di Polsek Air Hitam sudah dua kali dilakukan rapat yang dihadiri Camat Air Hitam, Kakan Kesbangpol, dan Kapolsek Air Hitam, Kepala Desa Pematang Kabau Hendri dan dua orang Tamenggung SAD serta pengurus LSM Warsi.

Tamenggung Tarip saat di konfirmasi mengatakan bahwa dua kelompok warga SAD yang berkonflik dengan perusahaan adalah dari kelompok Tamenggung Ngalemoh dari Terap dan kelompok Tamenggung Melayang tua dari Kejasung.

Penulis: Red