TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Pelatihan Tanoto Foundation Cocok dengan Kurikulum 2013

Tintanusantara.co.id, Tanjabtim – Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terus berupaya melakukan peningkatan mutu pendidikan di semua sekolah. Kali ini guru-guru dan kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjab Timur mengikuti diseminasi pelatihan modul I Program PINTAR Tanoto Foundation, Senin – Rabu, (16-18/12/2019).

Sebanyak 55 peserta dari 22 sekolah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sekolah yang berada di Kecamatan Muara Sabak Timur, Rantau Rasau, Sadu, dan Berbak. Junaedi Rahmad, Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur menyebutkan, sejauh ini penerapan Program PINTAR sangat terasa dampak positifnya.

“Ketika saya berkunjung ke sekolah-sekolah mitra Tanoto Foundation, banyak sekali perubahan, minimal keaktifan guru sebagai fasilitator siswa di dalam kelas,” terangnya.

Lanjutnya, adapun cara yang dilakukan sangat efektif sekali, karena sejak pelatihan, semua peserta diajak aktif, mhlai dari berdiskusi, mempresentasikan hasil lembar kerja, serta diakhiri dengan praktik mengajar.

“Diharapkan, apa yang telah didapatkan para guru dan kepala sekolah ini dapat menerapkan kegiatan pendidikan dengan baik, sehingga dapat mengimplementasikan pembelajaran aktif terhadap setiap peserta didik,” tambah nya.

Sementara itu Nanda Dwi Akhmad Ramadhan selaku fasilitator daerah, berharap tiap guru mampu mengimplementasikan apa yang dilatihkan oleh fasilitator.

Apalagi ditambahkan Nanda, kegiatan tersebut juga melibatkan kepala sekolah. Sehingga tahu betul kebutuhan guru di sekolah.

“Ini tentu saja menjadi catatan semua. Kepala Sekolah harus mendukung kebutuhan guru di sekolah. Di Tanoto Foundation itu tidak terpengaruh oleh apapun kurikulumnya, karena yang terpenting adalah bagaimana guru menerapkan pembelajaran aktif, tidak diam saja mengandalkan buku teks mata pelajaran,” tegasnya.

Parno, Kepala SMPN 22 Tanjab Timur mengaku mengapresiasi pelatihan tersebut, ia mangatakan guru terlibat aktif dalam semua kegiatan, “Saya lihat bagus ya, semua aktif terlibat untuk mengubah pola piker guru dalam mengajar di kelas, sebagai kepala sekolah, saya akan support kegiatan di sekolah kami,” tukasnya.

Dewi Susanti, guru SMPN Satap 11 Tanjab Timur mengakui guru harus mengubah pola pikir mereka untuk dapat berbuat lebih baik sesuai hasil pelatihan tersebut.

“Siswa memang dituntut aktif, namun guru harus bisa mengarahkannya. Melalui pelatihan ini sangat cocok agar siswa menjadi aktif dan kelas menjadi hidup dengan pembelajaran K-13,” pungkasnya.(Ary)