Berani Menyikap Tabir

Kunci Kritis Dalam Era Digital Mengatasi Distorsi Informasi dan Membangun Ketahanan Terhadap Manipulasi

TINTANUSANTARA.CO.ID,Jambi                   Oleh : Dr. Dedek Kusnadi,S.Sos,M.Si,.MM.Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi.

Dalam era digitalisasi, fenomena yang sering terjadi adalah fakta tidak lagi dijamin sebagai kebenaran mutlak. 

Informasi dapat dengan mudah tersebar melalui berbagai platform online, namun seringkali terjadi distorsi atau manipulasi yang membuat kebenaran informasi menjadi kabur. 

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengembangkan keterampilan kritis dalam menyaring informasi yang diterima.

Pendapat saya bahwa, keterampilan kritis adalah kunci dalam menghadapi banjir informasi di era digital ini. 

Dengan kemampuan untuk secara kritis menilai dan menyaring informasi yang diterima, individu dapat terhindar dari penyebaran informasi palsu atau manipulatif yang dapat merugikan mereka secara pribadi maupun secara kolektif.

Oleh karena itu, edukasi tentang keterampilan kritis dalam mengonsumsi informasi juga sangat penting. 

Sebagai masyarakat yang hidup di era digital, kita harus mampu membedakan antara informasi yang valid dan tidak valid, serta tidak hanya mengandalkan fakta semata sebagai acuan kebenaran. 

Dengan demikian, kita dapat menjadi pemakai informasi yang cerdas dan dapat terhindar dari dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak benar.

Kajian Analisis :

Pentingnya Kemampuan Kritis dalam Menilai dan Menyaring Informasi

Dalam era digital yang dipenuhi dengan arus informasi yang begitu cepat, kemampuan individu untuk secara kritis menilai dan menyaring informasi menjadi krusial. 

Keterampilan ini tidak hanya melibatkan pemahaman terhadap fakta, tetapi juga kemampuan untuk mengenali potensi informasi palsu atau manipulatif yang dapat menimbulkan dampak merugikan.

Dalam konteks ini, edukasi tentang keterampilan kritis dalam mengonsumsi informasi menjadi sangat penting. 

Individu perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi sumber yang dapat dipercaya, memahami konteks informasi, dan memilah fakta dari opini atau propaganda. 

Hal ini akan membantu mereka membangun ketahanan terhadap penyebaran informasi yang dapat merugikan secara pribadi maupun kolektif.

Kesimpulannya, sebagai masyarakat di era digital, kita harus mampu lebih dari sekadar menerima fakta. 

Keterampilan kritis dalam menilai dan menyaring informasi memungkinkan kita untuk melihat lebih jauh, membedakan antara informasi yang valid dan tidak valid, serta menghindari jebakan penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan kita sebagai individu dan sebagai komunitas.

Redaksi Media Tintanusantara.co.id