TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Beras Asal Pelawan Dijual Belikan di Pasar Sarolangun

Tim satgas pangan Kabupaten Sarolangun melakukan sidak ke pasar atas Sarolangun. Foto:ist

SAROLANGUN – Tim satgas pangan Kabupaten Sarolangun melakukan sidak ke pasar atas Sarolangun, Jumat (18/12) yang lalu, menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2021.

Selain memantau harga pangan dan sembako, tim satgas pangan juga memantau stock sembako yang ada di pasar sorolangun. Salah satunya, stock beras di pasar atas Sarolangun.

Tampak tim satgas pangan Sarolangun yang dipimpin Asisten II Ir Dedy Hendri, didampingi sejumlah kepala opd dalam lingkungan Pemerintah kabupaten Sarolangun, mendatangi sejumlah penjual beras di pasar atas Sarolangun.

Menariknya, disana tim satgas pangan mendapati pedagang yang menjual beras yang berasal dari kecamatan Pelawan.

Asisten II Dedi Hendri, mengatakan bahwa memang pemerintah kabupaten sarolangun melalui Dinas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, (TPHP) sudah pernah memproduksi beras Sarolangun yang dijual di pasaran.

Namun, persoalannya kata dia selama ini produk beras Sarolangun terkendala kemasan sehingga masyarakat banyak tidak tahu soal beras tersebut.

“Memang iya kita melalui Dinas TPHP, sebenarnya kita sudah punya produksi beras sendiri yang dijual di pasaran. Namun persoalannya memang dalam kemasan sehingga orang tidak tau, beras ini dari mana. Bilangnya beras Dusun, Dusun inikan banyak,” katanya.

Soal kemasan tersebut, Pemkab Sarolangun sudah pernah mencetak merk kemasan dan memberikan kemasan tersebut kepada masyarakat khususnya petani namun setelah habis, saat ini tidak ditindaklanjuti oleh para kelompok tani untuk membuat kemasan sendiri.

“Persoalannya setelah habis beras dengan kemasan yang diberikan, mereka tidak lagi mencetak sendiri. Kita harapkan sebenarnya ini adalah motivasi, jadi kalau kita setiap saat adakan karung, tentu kemampuan kita juga sudah kan, banyak hal yang masih harus kita kerjakan, “katanya.

Ia juga meminta kedepan dinas TPHP untuk membuat ide dan gagasan untuk kembali mengembangkan produk beras di Kabupaten Sarolangun, sehingga dapat berkelanjutan dan membantu masyarakat khususnya petani dalam pemasaran.

“Kita himbau petani, kelompok tani, untuk swadaya, sebagai awal dinas TPHP membuat ide dan gagasan, mungkin kedepan melalui Dinas TPHP akan dikembangkan lagi dengan membuat karung dengan kemasan baru, mudah-mudahan bisa kita serahkan dan menjadi motivasi bagi seluruh kelompok tani  petani untuk membuat karung sendiri karena kalau dalam jumlah banyak bisa menjadi lebih murah,” katanya. (wie)