Operasi Pasar LPG 3 Kg di Tebo Ilir: Solusi Sementara di Tengah Krisis Gas yang Tak Kunjung Tuntas

Oplus_131072

TINTA NUSANTARA.CO.ID–TEBO ILIR – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tebo kembali menggulirkan operasi pasar (OP) gas LPG 3 kilogram bekerja sama dengan PT Sulthan Energi Tebo dan Pertamina Patra Niaga. Operasi pasar ini digelar di sejumlah kecamatan, di antaranya Tebo Tengah, Tebo Ilir, Muaro Tabi, dan Tengah Ilir.
Namun di balik klaim “berjalan sukses”, fakta di lapangan justru mengungkap akar persoalan distribusi gas subsidi yang belum terselesaikan.
Pelaksanaan OP di Kecamatan Tebo Ilir pada Minggu (15/2/2026) dipusatkan di halaman Kantor Camat. Camat Tebo Ilir, Yanto, S.Pd., MM, mengapresiasi langkah PT Sulthan Energi Tebo dan Pertamina Patra Niaga yang menyalurkan LPG 3 kg kepada masyarakat.
“Kami berterima kasih atas penyaluran gas LPG 3 kg ini. Namun kami berharap kuota dapat ditambah, karena masih banyak masyarakat yang tidak kebagian,” ujar Yanto.
Penyaluran dilakukan dengan skema satu kepala keluarga (KK) hanya boleh membeli satu tabung, dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, jumlah pasokan dinilai jauh dari kebutuhan riil masyarakat.
Fakta mencengangkan terungkap: satu armada pengangkut hanya membawa sekitar 560 tabung LPG 3 kg, angka yang jelas tidak sebanding dengan jumlah warga yang bergantung pada gas subsidi tersebut. Akibatnya, antrean panjang tak terelakkan dan banyak warga pulang dengan tangan hampa.
“Kalau hanya segitu, jelas tidak cukup. Kami berharap penyaluran dilakukan rutin, bukan hanya saat operasi pasar,” keluh salah satu warga.
Operasi pasar ini kembali menimbulkan pertanyaan serius: apakah OP benar-benar solusi, atau sekadar langkah tambal sulam untuk meredam keluhan publik? Jika distribusi normal berjalan sehat dan kuota sesuai kebutuhan, operasi pasar seharusnya tidak perlu terus diulang.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Pasar Sungai Bengkal, Camat Tebo Ilir, personel Polsek Tebo Ilir, Babinsa Sungai Bengkal, pemerintah Kelurahan Sungai Bengkal, serta Kabid Dinas Perindagkop Kabupaten Tebo beserta staf.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan pengawasan, namun masyarakat menuntut lebih dari sekadar kehadiran seremonial. Publik berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi LPG 3 kg, penambahan kuota, serta pengawasan ketat agar gas subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak terus menjadi barang langka di tengah rakyat kecil.
(Asnita)

Baca Juga

BERITA TERBARU

Trend Minggu ini