Pesan Orang Tua Kami: Jangan Diam!” Tangis Mahasiswa Maluku di Pasuruan Pecah, Tuntut Keadilan Tragedi Tual

 

 

PASURUAN — tintanusantara.co.id – Markas Polres Pasuruan mendadak hening saat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS) melakukan aksi solidaritas atas tewasnya pelajar 14 tahun di Tual, Maluku. Suasana haru menyeruak ketika mahasiswa asli asal Maluku yang menempuh studi di Pasuruan mulai mengangkat suara di hadapan aparat kepolisian.

Aksi ini tidak lagi sekadar tentang organisasi, melainkan tentang luka keluarga yang melintasi pulau. Salah satu mahasiswa asal Maluku mengungkapkan beban emosional yang dibawanya hari ini:

“Orang tua saya menelepon dari kampung, mereka berpesan: ‘Jangan diam, suarakan kebenaran di sana’. Ini bukan sekadar solidaritas, ini adalah ujian nurani bagi kami yang keluarganya terancam oleh oknum yang seharusnya menjadi pelindung.”

Ungkapan lain yang tak kalah menyayat hati datang dari rekannya yang juga perantau asal Timur Indonesia:

“Kami datang ke Jawa untuk belajar, tapi hari ini kami harus turun ke jalan karena adik kami pulang ke rumah dalam keadaan tidak bernyawa di tangan aparat. Berapa banyak lagi nyawa harus hilang sebelum kalian berhenti berlindung di balik kata ‘oknum’? ”

Ultimatum dan Pakta Integritas Di bawah komando Koorlap Qais Zauqi , mahasiswa berhasil memaksa pimpinan Polres Pasuruan menandatangani Pakta Integritas & Komitmen Kerakyatan di atas meterai. Mahasiswa menegaskan bahwa hukuman administratif PTDH bukanlah akhir dari pencarian keadilan.

Beberapa poin tuntutan krusial dalam pakta tersebut adalah:

Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu : Mendesak proses pidana maksimal bagi oknum aparat penganiaya di Tual agar hukum tidak tumpul ke atas.

Pertanggungjawaban Komando: Mendesak pencopotan atasan langsung pelaku sebagai bentuk kegagalan pengawasan dan pembinaan anggota.

Reformasi Sistem Rekrutmen : Evaluasi total proses rekrutmen Polri guna memberantas praktik transaksional atau suap yang merusak kualitas aparat.

Jaminan Ruang Aman : Menjamin Polres Pasuruan akan bertindak humanis dan tidak melakukan tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa.

Dari Salat Ghaib hingga Nyala Lilin di TMP Usai penandatanganan pakta, halaman Polres Pasuruan berubah menjadi saf-saf salat ghaib. Massa bersimpuh mengirimkan doa bagi almarhum korban di Tual, menegaskan bahwa nyawa rakyat jauh lebih berharga daripada sekadar citra korps.

Rangkaian aksi ditutup dengan prosesi nyala lilin dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pasuruan. Di bawah temaram cahaya lilin, mahasiswa memberikan peringatan keras: jika komitmen dalam pakta integritas ini dilanggar, mereka siap kembali dengan gelombang massa yang jauh lebih besar.

Pewarta : timred 

Editor : amin.

Baca Juga

BERITA TERBARU

Trend Minggu ini