Pemerintah Kota Gorontalo Luncurkan SPMB 2026 Dengan Berbasis Digital, Wali Kota Tegaskan Semua Sekolah Unggulan*

Tintanusantara,co,id.Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo dengan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Peluncuran ini menjadi bagian dari program digitalisasi pendidikan yang dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Rabu, 03/06/2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Husin Ali, mengatakan pada penerapan SPMB ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil dan merata bagi calon murid dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas.

“SPMB dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan serta mendorong peningkatan prestasi peserta didik dan mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam proses penerimaan murid baru,” Ujar Husin dalam laporan.

Selain itu juga, SPMB juga menjadi langkah pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak, yang termasuk mereka yang membutuhkan layanan pendidikan formal maupun nonformal.

“Ini upaya untuk mencegah anak putus sekolah memutuskan rantai kemiskinan dan menyiapkan generasi yang mandiri serta mempunyai masa depan yang baik,” Tambahnya

Menurut Husin, pelaksanaan SPMB secara digital merupakan arahan langsung dari Wali Kota Gorontalo yang menginginkan adanya kolaborasi lintas instansi.

Aplikasi SPMB ini dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Gorontalo kurang lebih selama 3 bulan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah lulusan SD di Kota Gorontalo tahun 2026 mencapai 2535 siswa, sedangkan lulusan SMP sejumlah 2518 siswa. Sementara itu, daya tampung yang tersedia mencapai 4396 kuota untuk SD dan 3584 kuota untuk SMP.

Adapun pembagian kuota penerimaan sesuai regulasi yang berlaku yaitu pada jalur domisili SD sebesar 75% dan SMP 50%, jalur afirmasi masing-masing 20%, pada jalur mutasi 5% untuk SD dan SMP serta jalur prestasi khusunya SMP sebesar 25%.

Pada laporannya tersebut, Husin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Gorontalo dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan dengan visi besar Wali Kota Gorontalo bahwa sudah memastikan seluruh sekolah di Kota Gorontalo adalah unggulan.

“Tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau sekolah nomor satu, semua sekolah adalah pilihan terbaik bagi masyarakat,” Tegasnya.

Pemerataan kualitas pendidikan ini juga mendukung melalui penguatan program Meet Up School yang di fokuskan pada peningkatan pelayanan pendidikan di tengah kebijakan efisien anggaran.

Wali kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengungkapkan bahwa upaya pemerataan kualitas pendidikan telah dilakukan sejak periode kepemimpinan sebelumnya.

“Kalau dulu yang dikenal itu SMP 1. Karena itu saya minta dilakukan pemerataan. Antara SMP 1 dan SMP 3 juga kami seimbangkan. Di SMP 3 bahkan kami membangun boarding school dengan dua gedung sehingga jumlah siswa dan kualitas layanan menjadi lebih berimbang,” kata Adhan.

Menurutnya, selama ini SMP 1 dan SMP 2 menjadi sekolah yang banyak diminati, namun dengan adanya sistem yang diterapkan sekarang, ia optimis kepada kepercayaan masyarakat terhadap seluruh sekolah di Kota Gorontalo akan meningkat.

“Saya mengajak para orang tua siswa untuk memiliki pandangan bahwa semua sekolah sama. Guru-guru sekarang sudah banyak yang berpendidikan S2, S3 bahkan doktor. Jadi kualitas pendidikan kita tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Selain pembahasan pemerataan pendidikan, Adhan juga menyoroti persoalan kriminalisasi terhadap guru dan dinilai dapat mengganggu proses pendidikan.

Ia mengungkapkan bahwa pernah terjadi kasus seorang guru yang berurusan dengan hukum setelah menindak siswanya dan dilaporkan oleh orang tua dari murid. Karena itu, dirinya bersama Dinas Pendidikan untuk menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum melalui nota kesepahaman (MoU).

“Jangan sampai guru-guru menjadi takut dalam menjalankan tugasnya, kalau ada persoalan sebaiknya di media terlebih dahulu, jangan langsung proses hukum,”Tegas Wali Kota.

Melalui penerapan SPMB ini, Pemerintah Kota Gorontalo berharap seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa harus terpaku pada sekolah tertentu, karena seluruh sekolah dipersiapkan sebagai ruang belajar yang terbaik bagi generasi penerus daerah.

Baca Juga

BERITA TERBARU

Trend Minggu ini