KEPALA DESA RANDUPITU MOCHAMMAD FUAD MENGELOLA SAMPAH DESA DI KEMBALIKAN  UNTUK MASYARAKAT

 

 

PASURUAN – tintanusantara.co.id – Sampah yang kerap menjadi persoalan disetiap hari, dan hampir sulit dijelaskan. Namun berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Justru sampah tersebut, menjadi emas hitam yang merubah sebuah persoalan menjadi puluhan juta disetiap bulannya. Kisah ini berawal dari sekelompok pemuda Desa Randupitu yang menginginkan desanya bersih dari segala sampah atau Zero Waste. Belasan ton sampah rumah tangga berhasil di kelola dengan sangat baik.

“Allhamdulilah kami patut bersyukur, kami sudah berjalan selama 9 tahun dari mulai tahun 2017 sampai tahun ini 2025. Di pengelolaan sampah Desa Randupitu,” ujar Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad.

Kami memproduksi sampah ini dari warga Desa Randupitu, untuk sampah basah kami kelola mencapai 10 ton setiap hari dan hasilnya 6 ton. Kami kirim ke pabrik PT KCS untuk Refuse Derived Fuel (RDF).

“Untuk sampah plastik, kardus, dan lainnya yang memiliki nilai jual langsung dijual kepada pengepul maupun pabrik. Untuk dijadikan bahan bakar pengganti batu bara atau Refuse Derived Fuel (RDF),” jelasnya.

Ia menambahkan, sedangkan untuk sampah organik kita jadikan sebagai kompos. Untuk media tanam yang diberikan secara gratis kepada warga dan kita pakai juga untuk pakan lele.

“Menurutnya yang menjadi organik akan kita kelola. Untuk magot serta kita buat pakan di lele dan ayam,” imbuhnya.

Adanya pengelolaan sampah yang tepat tak hanya menghasilkan pundi-pundi rupiah saja. Tetapi juga, dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga yang tidak memiliki pekerjaan.

“Kami berharap, semoga inovasi yang ada di desa kami Desa Randupitu. Bisa ditiru oleh desa-desa lainnya,” pungkasnya.

(Aminudin)

Baca Juga

BERITA TERBARU

Trend Minggu ini