TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Kabupaten Sarolangun PPKM Turun menjadi Level 1

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Kabupaten Sarolangun saat ini dari level lll Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Menjadi level 1 hal ini Keputusan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 65 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 Covid-19. 

Penurunan PPKM di Kabupaten Sarolangun yang sebelumnya di Level 3 dan menurun ke level 1 tersebut Upaya Berkat kerja keras Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan TNI/Polri dalam realisasi vaksinasi kepada masyarakat dalam menjaga Herd Immunit serta mengurangi Kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Sarolangun.

Hal tersebut di ungkap oleh Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Sarolangun Dr. Irwan Miswar Selasa (7/12/2021) dikatakan nya bahwa Kita mendapatkan kabar dari surat Keputusan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 65 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 Covid-19 bahwa PPKM di wilayah Kabupaten Sarolangun menurun di angka level 1 dengan pencapaian di atas 60 persen vaksinasi Kata Dr. Irwan Miswar.

“Penurunan PPKM ini Upaya Berkat kerja keras tim dari pihak Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Pihak TNI/Polri dalam realisasi vaksinasi kepada masyarakat dalam menjaga Herd Immunity serta mengurangi Kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Sarolangun. Untuk saat ini, pencapaian Vaksinasi di Kabupaten Sarolangun sudah memasuki di angka 60 persen dan insyallah dengan keoptimisan kita bersama tim pada akhir Desember tahun 2021 kita pastikan akan tercapai 70 persen, “Jelasnya.

“Lanjutnya,Walau pun PPKM kita di posisi level 1, kita juga menghimbaukan kepada masyarakat agar tidak meninggalkan pola gaya hidup baru yaitu Protokoler Kesehatan seperti memakai Masker, Selalu Mencuci Tangan, selalu membawa Hand Sanitazer dan yang lain sebagainya. Selanjutnya kita juga menghimbaukan sesuai surat edaran bahwa masyarakat dalam memasuki hari libur natal dan tahun baru mendatang agar tidak bepergian dan untuk ASN tidak boleh cuti, hal tersebut untuk menghindari penyebaran virus varian baru.” Pungkasnya

Penulis: Andra