Breking News Kontroversi Mengunakan AAD Kades Sebatang Hari Pelesiran ke Pulau Dewata Bali.

TINTA NUSANTARA.Co.Id.Batanghari/Jambi.-virall, Kontroversi muncul di Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi, usai di kukuhkan Bupati Batanghari masa jabatan Kades selama 8 tahun belum lama ini, sejumlah kepala desa di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Batanghari melakukan plesiran ke Bali atau yang lebih dikenal dengan sebutan pulau dewata. Tujuan seluruh kepala desa se-Kabupaten Batanghari mendatangi Pulau Dewata (Bali) belum diketahui secara pasti visi dan missi mereka.

“Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa (PMD) Kabupaten Batanghari “Taufik” ketika di konfirmasi terkait hal itu,Salah seorang anggota P.J.S.(pro Jurnalis siber) sepertinya nggan untuk memberikan tanggapan, sebutnya pihak PMD hanya menerima surat pemeberitahuan dari pihak APDESI Kabupaten Batanghari selanjutnya diteruskan kepada bapak sekda M.Azan,cetusnya untuk lebih jelas silahkan konfirmasi kepada bapak Sekda.

“Ketika ditanya tujuan kepala desa se-Kabaupaten Batanghari melakukan kunjungan ke Bali, apakah dalam rangka melakukan Bimtek atau Study banding, serta siapa CEO yang menaungi keberangkatan Seluruh kepala desa tersebut, Kadis PMD “Taufik” hanya tertunduk dan diam serta tidak memberikan komentar apa apa.

“Menurut sumber yang layak dipercaya salah seorang anggota Badan Pengawas Desa (BPD) dalam wilayah kecamatan Muara Bulian “benar bang paparnya seluruh Kepala Desa (Kades) se-batanghari melakukan kunjungan ke pulau dewata Bali, saya juga belum mengetahui secara pasti tujuannya ungkap yang bersangkuitan.

“Terkait anggaran biaya yang digunakan oleh masing masing kepala desa, diketahui bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD), berapa besaran biaya yang akan dihabiskan dari masing masing kepala desa yang ikut dalam kunjungan tersebut ia juga menjelaskan tidak mengetahui secara pasti.”menurut sumber dengan kondisi keuangan kita di kabupaten Batanghari yang saat ini dapat sama sama kita ketahui, sebaiknya dana ADD yang digunakan oleh masing masing kepala desa itu, lebih baik digunakan untuk kepentingan pembangunan yang hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat dimasing masing desa paparnya.

Ditempat terpisah Sekretaris Pro Jurnalis Siber (PJS) Kabupaten Batanghari “Rudiansyah” menyayangkan apa yang dilakukan oleh kepala desa yang ikut dalam kegiatan itu.”Percuma bang tegasnya Kepala desa melakukan Kunker atau Bimtek hasilnya nihil,tidak ada yang bisa diterapkan ketika mereka pulang ke desa masing masing, ini hanya menghambur hamburkan uang rakyat tegasnya, dari dulu juga sudah sering kepala desa kita melakukan kunker atau Bimtek tapi apa hasilnya yang kita lihat,Cetus Rudy.

“Lebih baik biaya perjalanan dinas tersebut digunakan untuk pembangunan serta dapat dinikmati oleh masyarakat yang ada sebut Rudy. Diketahui keberangkatan kepala desa Se Kabupaten Batanghari dibagi dua gelombang jelasnya, gelombang pertama sejumlah kepala desa yang ada di empat kecamatan masing masing kecamatan Muara Bulian,Kecamatan Pemayung, Kecamatan Maro Sebo Ilir dan Kecamatan Muara Tembesi, selanjutnya gelombang kedua sejumlah kepala desa dalam wilayah kecamatan Mersam,Kecamatan Maro Sebo Ulu,Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Bajubang.

“Menurut informasi yang didapat ungkap “Rudy “sebelum melaksanakan kegiatan ini, pihak APDESI juga telah melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), “Rudy meminta agar seluruh warga masyarakat desa betul betul dapat ikut serta melakukan pengawasan yang lebih mendalam terkait pengelolaan Dana Desa atau Anggaran Dana Desa yang ada di desa masing masing, tujuannya supaya apa yang dilakukan oleh kepala desa dan jajarannya dalam pengalokasian baik DD atau ADD tepat sasaran dan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Hingga berita ini ditayangkan Ketua APDESI Kabupaten Batanghari belum berhasil di konfirmasi.(Pjs**)

Baca Juga
spot_img

BERITA TERBARU

Trend Minggu ini