Tintanusantara, co, idmenyelenggarakan kegiatan Workshop Manajemen Risiko Pemerintah Daerah dan OPD Kabupaten Gorontalo Tahun 2026, yang secara resmi dibuka oleh Inspektur Kabupaten Gorontalo, Dr. Sri Dewi Rahmawati Nani, S.H., M.H., pada Rabu (10/02/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bapelitbangda Kabupaten Gorontalo.
Workshop ini diikuti oleh 80 peserta yang merupakan keterwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Februari 2026. Pada hari pertama, sebanyak 17 OPD mengikuti sesi workshop, dan pada hari kedua kembali diikuti oleh 17 OPD.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Kabupaten Gorontalo, Dr. Sri Dewi Rahmawati Nani, S.H., M.H., serta Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Provinsi Gorontalo yang juga bertindak sebagai tim pemateri, Asri Murtini.
Dalam sambutannya, Dr. Sri Dewi Rahmawati Nani menyampaikan bahwa manajemen risiko merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Melalui workshop ini, diharapkan seluruh OPD mampu mengidentifikasi, menganalisis, serta mengelola risiko secara sistematis guna mendukung pencapaian tujuan organisasi dan meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengendalian intern pemerintah serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri dari BPKP Provinsi Gorontalo memberikan pemaparan terkait konsep, tahapan, serta implementasi manajemen risiko di lingkungan pemerintah daerah, termasuk praktik penyusunan peta risiko dan strategi mitigasinya.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Inspektorat Kabupaten Gorontalo berharap seluruh OPD dapat semakin memahami pentingnya manajemen risiko sebagai instrumen pengendalian dan pengambilan keputusan, sehingga penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat berjalan lebih optimal dan berorientasi pada hasil.

