
TINTA NUSANTARA.CO.ID-Rapat penentuan tahapan lanjutan Musyawarah Cabang (Muscab) APDESI Kabupaten Batang Hari yang digelar di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Selasa (10/2/2026), bukan sekadar agenda administratif. Forum ini justru berubah menjadi panggung evaluasi keras terhadap kepemimpinan sebelumnya.
Agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) ketua APDESI sebelumnya menjadi sorotan utama. Sejumlah peserta menilai LPJ bukan hanya laporan formal tahunan, tetapi ukuran nyata apakah organisasi kepala desa tersebut benar-benar bekerja memperjuangkan kepentingan desa atau sekadar menjadi simbol struktural tanpa daya dorong.
Kontestasi Muscab sendiri dipastikan hanya diikuti dua kandidat, yakni Iknak, Kepala Desa Terusan, dan Cak Hilal yang merupakan petahana sekaligus Kepala Desa Bukit Harapan.
LPJ Dinilai Belum Menjawab Persoalan Desa
LPJ yang disampaikan petahana disebut-sebut masih menyisakan berbagai pertanyaan mendasar. Sejumlah kepala desa menilai selama masa kepemimpinan sebelumnya, peran APDESI belum terlihat maksimal dalam mengawal berbagai persoalan strategis desa, mulai dari advokasi anggaran, perlindungan kepala desa dari tekanan hukum administratif, hingga penguatan kapasitas pemerintahan desa.
Bahkan, muncul anggapan bahwa APDESI selama ini lebih banyak bergerak pada kegiatan seremonial dibanding fungsi advokasi konkret bagi para kepala desa yang menghadapi berbagai persoalan lapangan.
“Organisasi ini seharusnya menjadi garda terdepan memperjuangkan kepentingan desa, bukan sekadar forum kumpul dan kegiatan formal,” ujar salah satu peserta rapat yang enggan disebutkan namanya.
Kritik tersebut mencuat seiring harapan agar LPJ tidak hanya memaparkan kegiatan, tetapi juga mengukur dampak nyata terhadap kesejahteraan dan stabilitas pemerintahan desa di Batang Hari.
Hangat di Depan, Persaingan Mengeras
Di sisi lain, suasana sebelum rapat berlangsung memang terlihat santai. Dua kandidat tampak duduk berdampingan dan berbincang akrab. Namun kondisi tersebut tidak serta merta mencerminkan situasi politik organisasi yang sebenarnya.
Justru, penyampaian LPJ dinilai menjadi titik krusial yang dapat memengaruhi peta dukungan terhadap petahana. Jika laporan dianggap tidak mampu menjawab ekspektasi anggota, peluang perubahan kepemimpinan diyakini semakin terbuka.
Sebaliknya, petahana menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa kepemimpinan sebelumnya telah memberi fondasi kuat bagi organisasi.
Muscab Penentu Arah Baru atau Sekadar Pergantian Figur
Rapat ini juga menjadi momentum penting untuk memastikan Muscab tidak sekadar melahirkan ketua baru, tetapi menghadirkan perubahan arah organisasi. Banyak pihak menilai APDESI Batang Hari membutuhkan figur yang tidak hanya mampu menjaga soliditas internal, tetapi juga berani bersuara lantang terhadap kebijakan yang dinilai merugikan desa.
Dengan hanya dua kandidat yang maju, perhatian peserta dipastikan akan tertuju pada rekam jejak, keberanian, serta gagasan konkret masing-masing figur dalam menghidupkan kembali peran strategis APDESI.
Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final. Namun tekanan terhadap evaluasi kinerja kepemimpinan sebelumnya dipastikan akan menjadi faktor penentu dalam dinamika Muscab APDESI Batang Hari kali ini.
(az**001)

