TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Warga Jernang Baru Sebut Harga Kebun Yang Dibeli Dari Dana P2DK Terlalu Mahal

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Warga Jernang Baru Kecamatan Mandiangin Timur baru-baru ini menyebutkan jika kebun karet yang dibeli dari dana P2DK tahun anggaran 2021 ini harga nya terlalu mahal di atas harga pasaran di desa tersebut.

Warga yang tidak ingin nama nya di tulis menyebutkan awal perencanaan nya dana tersebut akan dibelanjakan untuk pembelian sapi saat musyawarah desa semasa Desa Jernang Baru masih di jabat oleh PJ kepala Desa.

“Dulu dana P2DK sesuai hasil musyawarah desa akan di belanjakan membeli induk sapi.” Sebutnya.

Akan tetapi saat pemerintahan desa berganti dana tersebut setelah dicairkan digunakan untuk pembelian kebun karet.

“Harga kebun karet nya 95 juta dengar-dengar kabar nya.”

“Itu menurut saya terlalu mahal harga nya, sementara harga pasaran kebun Keret di Desa Jernang Baru ini berkisar Rp 35 sampai 40 juta kalau kebun nya bagus.” Ujarnya

Sementara untuk perubahan rencana belanja dari pembelian sapi ke kebun karet sumber media ini mengatakan tidak mengetahui ada apa tidak dilaksanakan rapat musyawarah desa sebab diri nya tidak dilibatkan lagi oleh pihak desa.

“Saya tidak dilibatkan lagi dalam musyawarah di Desa, jadi saya tidak tau ada apa tidak.” Sebut nya

Wandra kepala Desa Jernang Baru saat dikonfirmasi Jum’at (26/11/2021) melalui pesan WhatsApp dimintai tanggapan nya tarkait kebun karet yang di beli pihak desa harganya di anggap terlalu mahal oleh warga, Wandra mengatakan itu tergantung keadaan kebun dan lokasi nya.

“Tergantung keadaan kebun dan lokasinya, walaupun karet yang diatas harga 95 juga ada.” Jawab Windra singkat.

Sementara itu inspektur pembantu wilayah dua (IRBAN II) Inspektorat kab Sarolangun Ahmat Fachrizal saat di konfirmasi dimintai tanggapan nya atas pembelian kebun karet yang di anggap terlalu mahal oleh warga, dan ini merupakan temuan apa bukan Ahmat Fachrizal tidak menjawab konfirmasi dari media ini, sampai berita ini di tayangkan media ini masih menunggu jawaban dari kepala inspektur pembantu tersebut.

Penulis: Andra