Jakarta, Tintanusantara.co.id – 21 Mei 2026 Perkumpulan Komunitas Alumni Pelajar Jakarta Utara (PERKAPJU) kembali menggelar kegiatan Roadshow Focus Group Discussion (FGD) Goes to School di SMP Negeri 200 Jakarta, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter pelajar yang cerdas, disiplin, serta menjauhi perilaku negatif seperti tawuran, bullying, narkoba, hingga kekerasan seksual.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh pihak sekolah, pengurus komite, alumni, perwakilan Polres Metro Jakarta Utara, Koramil, Sudin Kesehatan, Bank Jakarta, serta para siswa-siswi SMPN 200 Jakarta.
Kepala SMPN 200 Jakarta, Lala Isum, menyampaikan apresiasi kepada PERKAPJU dan Asosiasi Komite Sekolah Nusantara atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut.

“Terima kasih kepada Asosiasi Komite Sekolah Nusantara dan PERKAPJU karena telah memberikan kesempatan kepada sekolah kami untuk membentuk karakter siswa yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa serta mempersiapkan diri menghadapi bullying dan kekerasan seksual,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun karakter positif siswa agar menjadi generasi yang CERIA, berprestasi, dan mampu bersaing di berbagai bidang.

“Harapannya, SMP Negeri 200 Jakarta menjadi sekolah yang bebas dari bullying, kekerasan, dan pelecehan seksual, serta mampu melahirkan tunas bangsa yang membanggakan dunia pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PERKAPJU Agustono menjelaskan bahwa program Roadshow FGD Goes to School telah berjalan di puluhan sekolah di Jakarta Utara dan menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan pelajar.
“Sekolah ini menjadi sekolah ke-26 yang kami kunjungi dari total 40 sekolah. Tujuan kami sederhana, yakni menciptakan pelajar Jakarta Utara yang CERIA,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa CERIA merupakan akronim dari:
Cerdas
Energi
Responsif
Inovatif
Adaptif
Menurutnya, pelajar yang CERIA bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara mental, aktif, kreatif, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi untuk membahas tema-tema seperti anti narkoba, anti tawuran, bahaya pergaulan bebas, bullying, hingga penguatan nilai-nilai Pancasila. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di hadapan narasumber dari Polres, Koramil, dan tenaga kesehatan.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 200 Jakarta dalam sambutannya juga menekankan pentingnya literasi digital dan penguatan karakter di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan menjadi wawasan tambahan bagi siswa-siswi SMP Negeri 200 Jakarta agar mampu mengikuti perkembangan zaman, khususnya di bidang komunikasi dan digital,” ujarnya.
Acara berlangsung interaktif dan penuh semangat, ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak sekolah, narasumber, panitia, dan seluruh peserta kegiatan sebagai simbol komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan positif bagi generasi muda.(Hendriyawan)


