Lavender Hill Hotel di Bungo Diduga Menjadi Tempat Open BO dan Prostitusi Online

TINTANUSANTARA.CO.ID, BUNGO – Hotel Lavender Hill di Bungo yang terletak tak jauh dari Rumah Dinas Bupati dan Polres Bungo ini Diduga berusaha Menyiasati Operasionalnya ditengah Pendemi Covid-19. Berdasarkan Temuan dari awak Media Modus Hotel Prostitusi sekitar 50 persen untuk Booking Online (BO) dan sisanya disewakan masyarkat umum. (08/03/2022)

Adanya modus ini terbongkar ketika salah satu tamu yang tak sengaja menceritakn kegiatan prostitusi di Hotel Lavender Hill kali ini merasa kecewa dan tertipu. Adanya cara Booking Online untuk di Hotel ini di lakukan melalui Aplikasi Michat yang ternyata di order melalui Mucikari dan Cewek selalu Standby di Hotel ini dari harga Rp. 250.000 short time sampai Rp. 1.000.000 longtime yang tepatnya bertempat di Simpang Drom Bungo.

“Iya kak saya sangat merasa Tertipu untuk kali ini, tadi sudah deal harga dan poto cewek yang di kirimkan ke saya dari harga Rp. 250.000 short time sampai Rp. 1.000.000 Longtime dan saya langsung di suruh datang ke hotel ini, sesampai di hotel saya di arah kan oleh si cewek ke salah satu kamar hotel, sesampai di kamar si cewek langsung meminta uang bayaran yang katanya untuk membayar kamar terlebih dahulu dan saya pun memberinya. Si cewek pergi dan tidak balik lagi ke kamar, itu yang bikin saya kesal biasanya gak pernah seperti ini kalo mesan cewek di sini karena saya udah sering kak dan cewek pun selalu standby di kamar.” jelas tamu yang merasa kesal yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Dari pihak Hotel juga tidak pernah terlalu mempertanyakan Hubungan setiap Tamu yang ingin masuk ke Hotel ini terlalu detilnya.

“Dan juga dari pihak hotel tidak pernah nanya banyak kak, paling cuma nanya mau ke kamar berapa aja makanya saya sering melakukan Booking Online disini soalnya kalau di Kebanyak  Hotel kan gak boleh masuk kalo bukan pasangan suami istri (Pasutri),” tambah si tamu.

Adanya salah satu Karyawan Hotel yang di tanyakan mengenai kegiatan Booking Online (BO) yang dijumpai di Hotel ini seolah olah enggan terlalu Terbuka untuk menjawabnya.

“Sering sih kak melihat cewek-cewek yang masuk ke kamar Hotel ini dan di susul laki-laki yang berbeda, tapi saya gak tau jelasnya itu cewek soalnya saya takut kak terlalu ingin tau saya hanya karyawan disini untuk bekerja. Tapi gak mungkin kan kak kalo bukan cewek booking online Tamu/cowok yang masuk kamar berbeda tiap sebentar,” singkat karyawan Hotel Lavender ini.

Sangat di sayangkan Hotel yang terletak tak jauh dari Rumah Dinas Bupati ini memberi contoh yang tidak baik untuk masyarakat banyak karena terlalu bebas untuk menjadi tempat maksiat.

“Kami tidak setuju jika hotel ini menjadi tempat seperti ini, sangat merugikan karena besar pengaruh dan peluang untuk para pelaku maksiat untuk melakukan maksiat apa lagi dengan harga hotel beserta ceweknya yang terbilang sangat murah, kami harap ada tindakan dari aparat hukum untuk hal seperti ini,” kata Mita yang ditemui tak jauh dari hotel tersebut

Sedangkan dari pihak Hotel (Manager) saat dihubungi melalui via WhatsApp pribadinya untuk di pertanyakan hal ini belum memberi balasan walaupun di WhatsApp pribadinya sudah jelas contreng dua berwarna biru.

Sangat diharapkan kepada Kapolres Bungo dan APH yang berwewenang agar dapat menindak lanjutkan tempat-tempat yang di Duga Menjadi Tempat Booking Online (BO) seperti ini.

Pasal 27 (1) UU ITE melarang setiap orang melakukan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. (top)

Baca Juga

BERITA TERBARU

Trend Minggu ini