TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

BUMDes Diduga Fiktif, Warga Desa Pulau Layang Curigai Pengelolaan BUMDes Terkait Dana Desa

TINTANUSANTARA.CO.ID, MERANGIN – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Layang Kecamatan Batang Masumai Kabupaten Merangin diduga selama menggelar pertemuan musyawarah antara direktur Bumdes Zakaria (Ketua BUMDes) dan warga masyarakat yang difasilitasi pihak pemerintah desa Pulau Layang.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh media ini berinisial LH mengatakan bahwa dalam musyawarah sempat terjadi ketegangan bahkan nyaris terjadi kericuhan antara salah satu warga dangan mantan Kades sehingga insiden ini sempat menjadi perhatian seluruh undangan yang hadir.

Lebih Lanjut LH mengatakan bahwa Warga masyarakat Desa Pulau Layang memandang pemanfaatan Bumdes diduga fiktip, dan menyalahi aturan. Selain itu beberapa warga mempertanyakan azas manfaat atas dana Bumdes yang di kelola Zakaria di era mantan Kepala Desa Happas.

“Dana Desa dianggarkan untuk BUMDes dari DD dengan catatan mengelola Bumdes harus transparan dan sesuai regulasi serta aturan perundang-undangan,” imbuhnya LH.

Menurut LH, sistem pengelolaan Bumdes desa Pulau Layang sangat buruk juga diduga fiktif dan sangat keterlaluan dan tak masuk akal karena sudah menyalahi aturan.

“Ironisnya lagi kemana selama ini penyaluran dan bumdes dan keuntungan dari warga masyarakat yang belanja ke Bumdes. Diduga bahwa dana Bumdes dipergunakan untuk pembiayaan salah satu calon kepala Desa Pulau Layang dalam Pilkades Merangin baru ini,” terang LH

Menurut LH Dirinya sebagai warga desa Pulau Layang mempertayakan seperti apa kontrak Bumdes dengan Kepala Desa yang lama sehingga terjadi kongkalingkong dan diduga ada penyelewengan dana juga penyalahgunaan wewenang. Ini patut diusut oleh instansi atau dinas terkait,” paparnya.

“Kami  menduga ada main antara Ketua Bumdes Zakaria, dengan Happas Kepala Desa yang lama.,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa sejauh tidak ada transparan pihak BUMDes Pulau Layang terkait penyertaan modal oleh pemerintah Desa.

“Kami warga masyarakat mengetahui penyertaan modal anggaran Bumdes dari Dana desa sebesar Rp 120 juta dan ditambah lagi imfomarmasi nya penyertaan modal bantuan provinsi, tapi kami tidak dikasih tau berapa penyertaan dana provinsi, pertanyaan kami dikemanakan dana sebesar itu, yang jadi heran bukannya bertambah dana modal Bumdes tersebut malah sebaliknya, laporan dari Ketua Bumdes Pulau Layang saat ini devisit dan itu tanpa ada bukti kwitansi,kuat dugaan kami masyarakat ada kongkalingkong anatara pengelola BUMdes dan kroni mantan kepala desa,” terangnya.

Sampai berita ini di turunkan Zakaria Ketua BUMdes Desa Pulau Layang dan Mantan Kepala Desa Pulau Layang Belum Bisa dikonfirmasi dihubungi via telfon selular bernada tidak aktif. (uji)