H.Sofyan Puhi, ST Resmi Kukuhkan Pengurus FDAS Bone Limboto Periode : 2026 – 2029.

Tinta nusantara, co, id. Limboto – BPDAS Bone Limboto Menyelenggarakan Pengukuhan Pengurus FDAS Periode: 2026 -2029 . Bertempat Di Aula Lira BPDAS Bone Limboto Kabgor. Selasa . ( 02/05/2026 ).

Bupati Kabupaten Gorontalo, H.Sofyan Puhi, ST, Resmi Mengukuhkan Ketua dan Pengurus Forum Daerah Aliran Sungai ( FDAS ) Bone Limboto Kabupaten Gorontalo, Periode : 2026 – 2029 bertempat di ruang Aula Lira BPDAS Bone Limboto Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 . Jumlah Pengurus Forum Daerah Aliran Sungai FDAS Bone Limboto Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 yang dikukuhkan berjumlah 20 orang.

Dan Giat Pelaksanaan Acara Pengukuhan Pengurus FDAS Limboto Bone Kabupaten Gorontalo Periode, 2026 – 2029 turut dihadiri oleh : Bupati Kabupaten Gorontalo, H.Sofyan Puhi, S.T, Sekretaris Daerah kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, S.Pd, M.H, Kadis Dikbud Kabgor, Dr.Abdul Waris ,S.Pd, M.Pd, Kadis Lingkungan Hidup, Anita Happy, Kepala Kantor BPDAS Bone Limboto, Ir.Bontor Lumbantubing, S.Hut.T, M.Sc.Ketua Forum Das Provinsi Gorontalo, DR.Wawan Tolinggi, Para Rektor, UMGO, UG , IAIN, Ketua BPDAS Bone Limboto Kabupaten Gorontalo sekaligus Ketua Pelaksana, DR.Razak Umar dan serta undangan terkait yang sempat hadir.

Usai pengukuhan ketua dan pengurus Forum Daerah Aliran Sungai Bone Limboto Kabupaten Gorontalo, Ketua Forum DAS sekaligus ketua panitia pelaksana Dr.Rajak Umar ditemui Crow awak media menyampaikan: saya mengucapkan Alhamdulillah kepada pemerintah daerah kabupaten Gorontalo yang secara all out sepenuh jiwa dan tindakan nyata untuk mendukung pengurus forumdas kabupaten Gorontalo.Tentunya kami akan mengembang amanah ini dengan tanggung jawab yang berarti dan akan melakukan langkah – langkah strategis untuk penguatan masa depan yang lebih baik.Ujarnya .

Harapan warga kabupaten Gorontalo tentunya daerah -daerah yang berada dalam cakupan daerah aliran sungai ini, mulai dari hulu, tengah dan hilir sampai danau Limboto itu, betul – betul terjaga dengan baik, jadi tidak hanya pendekatan tehnis perbaikan sarana prasarana saluran air bersih dan sebagai, saluran pertanian tetapi juga ada sumber air yang terjaga di hulu dihutan, dan juga disepanjang aliran sungai tengah dan sampah juga dijaga dengan baik, lalu juga didanau tetap lestari dan masyarakat sejahtera dengan kondisi yang baik pula. Tutur, Dr.Rajak Umar.

Baca Juga

BERITA TERBARU

Trend Minggu ini