
KOTA PASURUAN – tintanusantara.co.id – Lebaran hari ke-7 atau di sebut tradisi kupatan warga Pasuruan, Jawa Timur, merayakan tradisi “Praon” di Pelabuhan Kota Pasuruan, Sabtu (28/3/2026).
Pasuruan memiliki budaya pesisir khas masyarakat Kota dan Kabupaten Pasuruan, berupa kegiatan berlayar bersama menggunakan perahu nelayan menyisir laut. Tradisi ini rutin dilaksanakan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri atau saat Lebaran Ketupat, sebagai ajang silaturahmi, syukur atas hasil laut, dan hiburan keluarga.
Praon sudah menjadi tradisi turun-temurun Pasuruan di hari ke-7 lebaran bagi masyarakat kota Pasuruan yang ada di pesisir pantai dan pelabuhan kota Pasuruan. di hari lebaran yang ke-7 ini banyak masyarakat baik dari kota Pasuruan maupun dari kabupaten yang menghadiri tradisi praon.
Acara ini di gelar sejak matahari terbit berlangsung 1 hari penuh sampai jelang matahari terbenam sekitar pukul 17.00 WIB atau sebelum jelang maghreb, Tradisi praon ini naik prahu sampai sekitar 3-4 kilometer ketengah laut utara dan kembali lagi ke daratan yg di tempuh waktu kurang lebih 1-1,5 jam perjalanan.

Prahu atau kapal nelayan yang disediakan oleh para nelayan setempat ini gratis atau tidak di pungut biaya sepeserpun
Banyak masyarakat yang antri menaiki perahu nelayan bergantian baik anak anak dewasa bahkan lansia jg ikut meramaikan budaya praon.
Acara yang berlangsung tahunan ini didukung oleh Pemerintah setempat baik dari Polairud dan juga BPBD kota pasuruan di siagakan untuk memberikan bantuan bila terjadi hal yang tidak di inginkan.
Soleh sebagai pengunjung tiap tahun tidak pernah terlupakan warga kejayan mengatakan ke awak media tintanusantara.co.id acara Praon tahunan ini tidak seramai tahun sebelumnya yang biasanya diramaikan dengan acara hiburan panggung musik dangdut atau sound horeg tapi kali ini hanya praon biasa tidak ada panggung musik padahal praon kali ini tepat dihari sabtu atau libur terakhir di musim libur lebaran kali ini tapi tetap saja sepi pengunjung sekitar 50% dari tahun sebelumnya.
Meskipun agak sepi pengunjung tapi acara praon ini tetap berjalan lancar dan aman tidak ada terjadi insiden apapun di lokasi demi merasakan suasana praon,
Semoga tradisi praon ini tetap di jaga oleh masyarakat dan dipertahankan menjadi tradisi yang unik di nusantara.
Pewarta : S.Hari
Editor : aminudin.

