TINTA NUSANTARA.CO.ID, Batang Hari – Tradisi ziarah kubur yang telah berlangsung turun-temurun kembali dilaksanakan oleh masyarakat Desa Jelutih, Kabupaten Batang Hari. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang selalu diikuti oleh warga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat akan kematian.
Dalam ajaran Islam, ziarah kubur hukumnya sunnah atau dianjurkan, khususnya bagi laki-laki, dengan tujuan mengingat kematian serta mendoakan ahli kubur. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim yang menganjurkan umat Islam untuk berziarah agar hati menjadi lebih lembut dan ingat kepada kehidupan akhirat.
Pelaksanaan ziarah kubur di Desa Jelutih dipimpin langsung oleh imam desa, dan dihadiri oleh Kepala Desa, para tua tengganai, alim ulama, tokoh masyarakat, serta pemuka adat. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama di area pemakaman umum, dilanjutkan dengan tahlil dan doa untuk arwah keluarga yang telah meninggal dunia.
Tradisi ini memiliki kekuatan tersendiri bagi masyarakat Desa Jelutih. Meski banyak warga yang merantau dan tinggal di berbagai kota, keturunan Desa Jelutih tetap berusaha pulang kampung setiap tahun. Bahkan, sudah menjadi kebiasaan yang tidak tertulis, hari kedua Lebaran dijadikan waktu khusus untuk ziarah kubur, sehingga di mana pun berada, warga tetap datang ke desa untuk mengikuti siarah bersama.
Masyarakat terlihat antusias mengikuti tradisi ini, karena selain sebagai ibadah, ziarah kubur juga menjadi momen mempererat silaturahmi antarwarga dan keluarga besar. Hampir seluruh masyarakat Desa Jelutih berkumpul pada hari tersebut, menjadikan suasana lebaran terasa lebih lengkap.
Tokoh adat setempat menyampaikan bahwa tradisi ziarah kubur ini akan terus dilestarikan, karena selain sejalan dengan ajaran agama, juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang memperkuat persatuan, kekeluargaan, dan kebersamaan masyarakat Desa Jelutih dari generasi ke generasi.(Azhar**001)