Berani Menyikap Tabir

Warga Lima Desa Kecamatan Pauh Tolak Angkutan Batu Bara Diduga Perusak Jalan Aspal Senilai 24 Miliar

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Utusan warga dari lima Desa di wilayah kecamatan Pauh, Selasa (24/8/2021) melalui kepala Desa dan Camat kecamatan Pauh Jupri, SE menyampaikan secara langsung keluhan nya kepada Bupati Sarolangun melalui Sekda Ir. Endang Abdul Naser.

Dengan didampingi Asisten II Ir. Dedy Hendry yang juga merupakan pelaksana tugas kepala dinas PUPR serta Kabid Bina Marga Hadi Sarosa, Kadis Perhubungan Sahrudin, serta rombongan langsung turun kroscek ke lapangan melihat kondisi jalan aspal yang di bangun Pemda Sarolangun tahun anggaran 2020 dengan pagu Dana Rp 24 miliar.

Melalui para kepala Desa dan Camat, masyarakat mengadukan hal ini dimana masyarakat dari lima Desa di wilayah kecamatan Pauh menolak ada nya angkutan mobil batu bara yang melewati jalan tersebut karena menurut warga semenjak beroperasi nya perusahaan banyak titik-titik jalan Aspal yang baru saja di bangun menjadi rusak.

Kerusakan tersebut oleh tim dari pemkab Sarolangun yang di Ketuai Sekda Ir Endang Abdul Naser langsung kroscek ke lapangan guna melihat secara langsung atas laporan tersebut.

Adapun titik-titik jalan aspal yang rusak dari Sta / KM 14, KM 15, KM 16, Desa Lubuk Napal Kecamatan Pauh, puluhan titik terjadi kerusakan tersebut dan terparah kerusakan terjadi di KM 18 sampai ke KM 20.

Salah satu warga mengatakan jalan menjadi rusak akibat angkutan mobil batu bara yang mengangkut batu melebihi kapasitas jalan dari stok file PT Holdiko.

Sementara kekuatan Aspal jalan tersebut menurut dinas PU kab Sarolangun memalui Kabid Bina Marga Hadi Sarosa hanya 6 ton.

Sementara mobil angkutan Batu bara dari Stok file PT Holdiko mengangkut muatan seberat 10 sampai 15 ton/mobil, maka terjadilah kerusakan pada jalan aspal tesebut.

Terjadilah pertemuan di lokasi antara para Kepala Desa dari lima Desa dengan tim dari Pemda kabupaten Sarolangun.

Kepala Desa Lamban Segatal Adami Taslim, kepala Desa Taman Bandung Abdul Aziz, Kepala Desa Sepintun Ibrohim, dan perwakilan dari Desa Seko Besar dan Lubuk Napal.

Satu persatu para kepala Desa menyampaikan keluhan mereka kepada Sekda Ir. Endang Abdul Naser, salah satu nya mereka meminta agar perusahaan dapat memperbaiki jalan, jika Aspal yang rusak oleh perusahaan di ganti dengan aspal, semetara perusahaan memperbaiki jalan tesebut asal-asalan dan memakai alat manual.

“Hanya membawa cangkul.” ujar salah satu warga dan jalan yang rusak hanya di tambal dengan batu bongkahan besar yang tidak sesuai.

Pada pertemuan kedua dari pihak perusahaan PT Holdiko hadir bagian Humas Yosep Irawan, yang mengatakan akan menyampaikan kepada pimpinan perusahaan terkait tuntutan warga masyarakat tersebut, dan dalam waktu dekat pihak perusahaan akan menggelar pertemuan lagi dengan masyarakat dan para kepala Desa, “Kita akan undang semua para pengguna jalan termasuk perusahaan perkebunan kelapa sawit, kita akan duduk bersama.” Ujar Yosep.

Untuk semetara masyarakat meminta agar aktivitas angkutan mobil batu bara dari stok file PT Holdiko yang melewati jalan aspal yang berada di wilayah lima desa tersebut dihentikan. (An)