TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Upaya Perbaiki Pendidikan Komunitas Adat Orang Rimba

Disdikbud Kabupaten Sarolangun bersama Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi melaksanakan workshop pendidikan bagi komunitas adat orang rimba. Foto:Rayan

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun bersama Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi melaksanakan workshop pendidikan bagi komunitas adat orang rimba, Selasa (22/12) kemarin di ruang aula Kantor Disdikbud Sarolangun.

Kegiatan tersebut dalam rangka Sinergi dan kolaborasi para pihak dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi komunitas adat orang rimba, diwilayah Kabupaten Sarolangun.

Kegiatan itu di buka Kadis Dikbud Helmi, SH, MH, dihadiri Koordinator Program KKI Warsi Ade Candra beserta anggota, perwakilan PT SAL Thresa Jurency, Fenti Rakhmawati, PAUD Punti Kayu Masita dan Yuli Eka Purwantini,serta pengiat pendidikan Suju Anak Dalam (SAD) lainnya.

Kegiatan itu tindak lanjut dari kunjungan Kadis Pendidikan ke lembaga SAD di kecamatan Air Hitam beberapa waktu lalu. Yang mana dalam kunjungan tersebut disepakati disepakatilah untuk dilakukan kegiatan Sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi komunitas orang rimba.

Koordinator Program KKI Warsi Ade Candra mengatakan pendidikan pada komunitas adat orang rimba ini sesuai amanat undang-undang, bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan pemerintah wajib memfasilitasi layanan pendidikan tersebut.

Pihaknya melihat saat ini sudah banyak perhatian pendidikan kepada komunitas adat orang rimba ini, khususnya di Kecamatan Air Hitam. Baik dari pemerintah kabupaten sarolangun, pihak perusahaan dalam hal ini PT SAL, hingga elemen masyarakat dalam meningkatkan pelayanan pendidikan orang rimba.

“Kita tahu berbagai macam budaya, etnis, suku, semuanya itu wajib mendapatkan pendidikan, termasuk komunitas adat orang rimba, karena masih banyak orang rimba tidak bisa baca tulis itu,” katanya.

Sementara itu, Kadis Dikbud Helmi dalam arahannya mengatakan bahwa memang orang rimba ini sangat menbutuhkan pendidikan yang sangat layak dalam rangka memperoleh pengetahuan untuk dapat melaksanakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik.

Selain itu, kata Helmi, sebagai upaya untuk mengurangi ketimpangan pendidikan bagi orang rimba, pemerintah Kabupaten Sarolangun telah melakukan berbagai kegiatan pada tahun 2020 dalam menunjang pendidikan bagi komunitas adat orang rimba dengan membangun sekolah khusus bagi orang rimba, pemberian insentif bagi guru SAD di tingkat SD sampai SMA, pemberian gizi tambahan, pemberian pakaian sekolah, kegiatan konsultasi bagi suku anak dalam, pembangunan pondopo khusus di Kecamatan Limun, pembangunan RKB Ponpes di kawasan terpadu, dan pembangunan pondok khusus SAD.(yan)