TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Terkait Temuan Media Soal Jalan Rabat Beton di Desa Mandiangin Pasar Kasubag Evalop Inspektorat Lempar Bola

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Terkait ada nya temuan oleh media Tintanusantara.co.id soal pembanguan jalan rabat beton yang berada di RT 07 Dusun Suko Karangan dan jalan rabat beton yang berada di RT 01 Dusun Tebat Desa Mandiangin Pasar Kec Mandiangin kasubag Evaluasi dan Pelaporan inspektorat kabupaten Sarolangun Busron saat di konfirmasi dan di mintai tanggapan nya terkesan lempar bola Enggan memberikan statement langkah apa yang akan inspektorat lakukan atas laporan dari media ini.

Busron hanya menjawab, “Dindo konfirmasi samo Irban IV PU dibawah Irban IV.” Kata busron Sabtu kemarin via WhatsApp.

Busron hanya menjawab kalau itu adalah tugas Irban lV, padahal Irban lV secara struktural masih di bawah perintah Busron setelah ada petunjuk dari Kepala inspektorat Muslihadi.

Tugas inspektorat adalah untuk memeriksa dan mengaudit penggunaan keuangan negara sesuai dengan tugas dan kewenangan nya.

Media ini memantau kinerja inspektorat kabupaten Sarolangun sangatlah lemah dan patut diduga hanya berani mangaudit dana desa dan P2DK yang dikelolah para kepala Desa, sementara dana APBD yang di kelolah oleh para OPD yang ada di kabupaten Sarolangun hasil nya masih menjadi tanda tanya publik.

Sebelum nya media ini telah mempublikasi berita yang berjudul, ‘BARU SEUMUR JAGUNG JALAN RABAT BETON DI DESA MANDIANGIN PASAR SUDAH RETAK-RETAK’.

Pada edisi tersebut kembali di jelaskan bahwa baru seumur jagung jalan rabat beton yang berada di Desa Mandiangin Pasar tepat nya di RT 07 dekat pondok pesantren Nurul Huda Kec Mandiangin sudah mengalami keretakan di beberapa titik.

Sebelumnya jalan rabat beton tersebut telah menjadi sorotan media ini pasal nya pada saat pelaksanaan pembangunan jalan Rabat beton tersebut di kerjakan para tukang yang mengaku dari Singkut tersebut tidak memasang papan informasi proyek.

Selain itu para pekerja memasang besi yang sudah karat dan tidak menggunakan plastik sebagai lapisan pengecoran di lapisan kedua pada jalan tersebut, dan hanya menggunakan material sirtu biasa bukan batu split.

Uut saat di konfirmasi kala itu entah mengapa mecantut nama wakil ketua DPRD kabupaten Sarolangun yang punya proyek tersebut, namun hingga saat ini wakil ketua DPRD kabupaten Sarolangun yang nama baik nya di catut orang yang tidak di kenal entah mengapa tidak ada respon sama sekali saat di konfirmasi pada edisi berita media Tintanusantara.co.id yang berjudul, TIDAK TANGGUNG-TANGGUNG DEMI MENGAMANKAN PROYEK BERMASALAH PEKERJA MENCATUT NAMA WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN SAROLANGUN.

Kala itu Uut mengatakan jika AP memiliki dua buah proyek jalan, yang pertama jalan rapat beton yang berada di RT 01 dusun Tebat yang ke dua yang berada di RT 07 Dusun Suko Karangan.

Saat di konfirmasi media ini kepada salah satu warga RT 07 Desa Mandiangin Pasar inisial M mengatakan sudah memprotes pada para tukang saat lagi bekerja kala itu.

“Kami sudah protes saat pembangunan jalan tesebut kenapa tikungan nya seperti hurup L dan kami minta agar di perbaiki, karena jika jalan nya begini kami susah sekali untuk membawa mobil ke rumah.” Ujarnya.

M mengatakan jika tukang yang mengerjakan saat di protes agar memperbaiki tikungan nya jangan terlalu tajam, malah tukang nya berkelit dan mengatakan, “Kalau kami robah bos kami bisa tekor.” Kata M menirukan suara tukang.

Dari pantauan media ini jalan rabat beton yang berada di RT 07 dusun Suko Karangan memang tikungan nya hampir mirip dengan leter L, dan jalan tersebut aman di gunakan kendaraan roda dua, untuk kendaraan roda empat harus extra hati-hati.

Selain itu entah mengapa jalan tersebut telah mengalami keretakan di beberapa titik, salah satu tukang rumah yang lagi bekerja saat di mintai tanggapan nya mengatakan, “Jalan ini kalau pengalaman kerja kami tukang rumah semen yang di gunakan terlalu muda, boleh di bilang kurang semen.”

“Kurang semen pak kalau menurut pendapat sayo.” Ujarnya seraya tersenyum.

Pihak dinas pekerjaan umum kabupaten Sarolangun belum bisa di konfirmasi dan mintai tanggapan atas hal ini, sampai berita ini di tayangkan media ini masih menunggu tanggapan dari dinas pekerjaan umum kabupaten Sarolangun, tindakan apa yang akan di lakukan nya atas hal ini.

Sementara itu wakil ketua DPRD kabupaten Sarolangun AP yang nama nya di catut oleh pekerja masih di tunggu kapan akan menggelar konferensi pers dengan para wartawan di kabupaten Sarolangun. (An)