Berani Menyikap Tabir

Terjadi Keributan Sesama Pedagang Air Mineral di Desa Koto Boyo

TINTANUSANTARA.CO.ID, BATANGHARI

Bentrokan sesama pedagang air minum mineral terjadi di simpang Koto Boyo kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari Jambi, 4/7/2022 kurang lebih jam 14.00 wib. Keributan tersebut di dominasi para ibu-ibu yang berjualan air minum mineral yang ada di sana. Kepala Desa Koto Boyo Zainal Abidin melalui sambungan telpon selulernya kepada tinta Nusantar jam 20.00 wib (6/7/2022) membenarkan ada insiden keributan tersebut.

“Iya keributan tersebut di picu adanya sesama pedagang yang menjajakan dagangan air minum mineral sampai berdiri di jalan sehingga menimbulkan kemacetan di jalan utama desa di mana tempat lalu lalang kendaran truk angkutan batu bara yang keluar masuk dari tambang batu bara yang ada di sana,” tegas pak Zainal.

Masih menurut Kepala Desa Zainal Abidin, “Umumnya para pedagang yang ada bukan saja warga asli Desa Koto Boyo saja yang berjualan namun banyak juga warga pendatang umumnya dari desa tetangga juga ikut mencari rezeki dan menjajakan dagangannya terutama air minum mineral, namun sangat di sesalkan jelas Zainal para pedagang yang datang dari luar ini menjajakan dagangannya sambil berdiri di jalan kepada sopir truk angkutan batu bara sehingga sering menimbulkan kemacetan alasan para ibu-ibu desa koto boyo dengan menjual air minum mineral seperti itu, kemasan satu liter yang di jual dengan harga Rp 10.000/botol, sementara pedagang asli warga Desa Koto Boyo hanya menjual air minum mineral kemasan satu liter di jual dengan harga Rp 7.000/botol. Ada pun penjual memang sudah pemberitahuan pada saya dengan lisan bukan secara tertulis,” Ucapnya.

Dalam insiden tersebut juga tidak ada terjadi bentrok fisik langsung imbuhnya, Namun ditanyai korbang Mulyadi cs yang merasa rugi, saat media konfirmasi. “Iko bang bukan aksi protes tapi perusakan, kejadian iko sudah kami lapor ke kapolsek Batin XXIV,” kata Zainal melalui tlp WA.

“Namun insiden tersebut dapat segera di reda di lapangan saat insiden kejadian. Pihak pemerintahan desa juga sudah berkoordinasi dengan Babinkamtibmas untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan di desa tujuannya agar persoalan ini tidak melebar kemana mana, kades berharap kedepan persoalan ini jangan sampai terulang kembali, bagi para pedagang selanjutnya akan kita atur dan ditata secara baik dan aturan tersebut nanti saya akan rapat dengan pemerintahan desa termasuk Badan Perwakialn Desa (BPD), tokoh-tokoh masyarakat, serta tokoh Pemuda,” ujar pak kades Zainal. (azhar)