
JAKARTA – Tintanusantara.co.id – Dunia perfilman Indonesia kembali memanas lewat hadirnya film komedi horor terbaru “SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih” yang resmi tayang di bioskop nasional mulai 27 Mei 2026.
Sekuel produksi Starvision, Skak Studios, dan Legacy Pictures ini tampil dengan pendekatan yang lebih liar, penuh humor segar, namun tetap dibalut atmosfer mistis yang menegangkan.
Disutradarai Bayu Skak, film ini membawa penonton masuk ke kisah perjalanan sekelompok sahabat yang tanpa sengaja terseret ke dalam rahasia kelam Gunung Klawih, sebuah lokasi yang dipercaya menyimpan praktik pesugihan dan perjanjian gaib yang mengerikan.
Berbeda dari film pertamanya, SEKAWAN LIMO 2 kali ini tampil lebih matang dengan perpaduan komedi khas tongkrongan Jawa Timur dan elemen horor yang dibangun lebih intens,Candaan spontan para karakter justru menjadi senjata utama yang membuat suasana mencekam berubah menjadi ledakan tawa di dalam bioskop.
Bayu Skak dinilai berhasil mempertahankan identitas lokal yang menjadi ciri kuat film ini, Dialek khas Jawa Timur, gaya komunikasi sederhana namun jenaka, hingga budaya masyarakat sekitar dikemas natural dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari penonton.

Ketegangan mulai terasa ketika salah satu anggota kelompok mulai mengalami kejadian aneh setelah terlibat dalam ritual misterius di kawasan Gunung Klawih, Dari situlah konflik berkembang menjadi petualangan absurd yang dipenuhi kejutan demi kejutan.
Kehadiran sederet pemain seperti Nadya Arina, Joshua Suherman, Benedictus Siregar, Jihane Almira, dan Gisella Anastasia semakin memperkuat daya tarik film ini, Interaksi antarpemain terlihat solid dan menjadi elemen penting yang membuat humor dalam film terasa hidup.
Tak hanya menjual hiburan, film ini juga menyisipkan sindiran sosial mengenai gaya hidup instan dan ambisi memperoleh kekayaan secara cepat, Pesan tersebut hadir secara ringan tanpa mengurangi unsur hiburan yang menjadi kekuatan utama film.
Sejak penayangan perdananya, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak penonton menyebut film ini sebagai kombinasi pas antara komedi receh, horor lokal, dan drama persahabatan yang emosional.
Dengan atmosfer yang unik, cerita yang lebih berani, serta humor yang dekat dengan generasi muda, film ini diprediksi menjadi salah satu komedi horor Indonesia paling mencuri perhatian sepanjang 2026.
(Nila)

