
JAKARTA, Tintanusantara.co.id – Reza Oktovian atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arap kembali mencuri perhatian publik, Menjelang penayangan film perdananya sebagai sutradara, Harusnya Horror, ia menghadirkan kejutan besar melalui peluncuran final poster resmi yang langsung memantik antusiasme pecinta film nasional.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (20/7), Reza menegaskan bahwa Harusnya Horror bukan sekadar film horor dengan selipan komedi,Film produksi Ess Jay Pictures tersebut dirancang sebagai tontonan yang memadukan ketegangan, humor, dan kisah persahabatan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Final poster yang diperkenalkan kali ini menjadi sorotan tersendiri,Setelah sebelumnya menuai berbagai komentar dan kreativitas warganet yang membuat versi poster mereka sendiri, pihak produksi akhirnya merilis desain baru yang menampilkan seluruh karakter utama secara utuh, Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap tingginya keterlibatan penggemar sejak masa promosi film.

Menurut Reza Arap, respons luar biasa dari publik menjadi bukti bahwa Harusnya Horror telah membangun rasa penasaran yang besar bahkan sebelum resmi menghantui layar bioskop,Ia mengaku seluruh masukan dari penggemar menjadi motivasi bagi tim untuk terus menyempurnakan setiap aspek promosi hingga kualitas filmnya.
Deretan pemain yang tampil dalam film ini menghadirkan kombinasi nama-nama populer seperti Reza Arap, mendiang Lula Lahfah, Geng AAAClan, Marapthon, Ronny P. Tjandra, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos, Kehadiran Lula Lahfah juga menjadi penghormatan emosional dari seluruh kru atas kontribusinya dalam proses produksi.
Tak hanya mengandalkan visual, film ini juga memperkuat identitasnya melalui dua lagu yang memiliki karakter berbeda,Lagu “Kicau Mania” yang dibawakan Ndarboy Genk menghadirkan nuansa ringan dan menghibur, sementara “Untuk yang BersamaNya” yang dinyanyikan Mahalini menjadi penguat sisi emosional dalam perjalanan cerita para tokohnya.
Reza mengungkapkan bahwa setiap adegan dalam film dirancang dengan berbagai detail yang saling berkaitan, Penonton disebut akan diajak menyusun potongan-potongan cerita hingga menemukan kejutan yang tidak mudah ditebak di penghujung film.
Di sisi lain, produser Jimmy Lalwani menjelaskan bahwa lahirnya Harusnya Horror berawal dari kekompakan para anggota Geng AAAClan dan Marapthon yang dinilai memiliki chemistry kuat untuk diangkat ke layar lebar, Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi film yang memadukan horor, komedi, dan persahabatan dalam satu alur yang segar.
Mengusung konsep yang berbeda dari film horor kebanyakan, didukung jajaran pemain yang dikenal luas di dunia digital, serta menjadi debut penyutradaraan Reza Arap, Harusnya Horror diprediksi menjadi salah satu film Indonesia yang paling menyita perhatian pada musim libur Agustus 2026.

Film Harusnya Horror dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026, membawa pengalaman baru yang memadukan tawa, ketegangan, dan emosi dalam satu sajian sinematik.
(Nila)

