Pengawas dan PPTK Pekerjaan Pengerasan Jalan di Belakang Desa Mandiangin Tuo Diduga Pembohong

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Apa yang telah dijadwalkan kemarin Senin oleh pengawas dan PPTK pekerjaan pengerasan jalan yang berada di belakang Desa Mandiangin Tuo Kec Mandiangin akan turun kroscek ke lapangan terkait persoalan pekerjaan jalan yang di kerjakan oleh pihak rekanan CV Narso Putra Karya ternyata bohong.

Kebohongan tersebut terbukti saat media ini mencari informasi dari puluhan warga masyarakat Mandiangin Tuo, tak seorang pun ada yang melihat orang dari Dinas Pekerjaan Umum yang turun ke lokasi proyek tersebut.

“Kami tidak melihat orang dinas PU ada apa tidak turun ke lokasi proyek itu.” Kata warga ketika di konfirmasi di depan Kantor Desa Mandiangin Tuo saat lagi menunggu kedatangan tim terpadu Pemkab Sarolangun yang akan turun ke lokasi perkebunan PT SAM.

Sementara itu JN pengawas jalan tersebut saat di konfirmasi media ini Selasa (21/9/2021) melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa memang batal turun karena lagi ada acara pernikahan keluarga nya di Kecamatan Batang Asai.

“Belum jadi, awak kini lagi di Batang Asai tempat dulor klap (keluarga istri) kawin.” Ujarnya.

Sementara itu pihak rekanan dari CV Narso Putra Karya belum bisa di konfirmasi apa alasan nya sehingga pada pelaksanaan pekerjaan proyek pengerasan jalan yang di kerjakan nya hanya di terealisasi enam mobil sirtu sedangkan alat berat Grader dan Wales atau konvektor dari hasil pinjam pakai dari perusahaan PT Sumatera Agro Mandiri.

Hal ini dikatakan Wawan saat di konfirmasi kala itu melalui Kadus yang meminjam ke pihak perusahaan PT SAM  Wawan mengatakan “Kemarin itu Grader sama konvektor nya yang di pakai kemarin itu, cuma itu tidak maksimal karena kemarin itu hari mau hujan, itukan jauh keliling balik itu, itukan ado teknik nyo jadi baru tahap ke dua hari nak hujan, dari pado terduduk di situ, itukan kalau hari hujan dak biso ngapo-ngapo lagi alat itu.” Ujar Wawan.

Sehingga kedua alat berat hasil pinjam pakai dari pihak perusahaan PT Sumatera Agro Mandiri bekerja tidak maksimal.

Wawan membenarkan jika kedua alat berat tersebut adalah bantuan dari perusahaan PT Sumatera Agro Mandiri di pinjamkan secara gratis.

Sumber lain SB menyebutkan bahwa jalan tersebut sebelum nya telah dikerjakan secara gotong royong oleh ratusan buruh harian lepas PT Sumatera Agro Mandiri dengan cara mengumpulkan uang Rp 50.000/orang untuk membeli Sirtu, sehingga jalan tersebut bukanlah buka baru melainkan jalan yang sudah ada dan dirawat.

SB mengatakan “Kami patungan lima puluh ribu seorang buat beli batu, adolah anggota kami lebih dari seratus orang ngumpul itu.” Kata nya.

Sebelum nya telah di publikasi proyek pengerasan jalan yang berada di belakang Desa Mandiangin Tuo kecamatan Mandiangin yang di kerjakan oleh CV Narso Karya Putra dengan pagu anggaran Rp 100.500.000 (seratus juta lima ratus ribu) sumber dana APBD Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2021 namun ternyata  realisasi di lapangan hanya enam mobil sirtu.

Dari enam mobil sirtu tersebut sumber media ini mengatakan bahwa biaya angkut sirtu dari pangkal jembatan gantung ke lokasi pekerjaan untuk satu mobil sirtu dibayar senilai  Rp 800.000,-

HR saat di konfirmasi media ini melalui telepon mengatakan bahwa dia tidak mengetahui berapa kubikasi isi mobil tersebut yang dia angkut ke lokasi proyek.

HR mengakui bahwa dia bekerja tidak sendiri tetapi bersama tiga orang teman lain nya yaitu YD, M dan MZ.

Terpisah SB salah satu pengusaha jual beli sirtu saat di konfirmasi media ini Sabtu (18/9/2021) melalui pesan masangger Facebook mengatakan bahwa pasaran sirtu satu mobil dengan muatan lima paket hanya Rp 650.000/mobil.

“Enam ratus lima puluh ribu kalau lokas nya di pangkal jembatan gantung, muatan paling full 5 paket, kalau 8 paket mobil tidak kuat.” ujar nya

Kabid Perbendaharaan Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Sarolangun Subhan saat di konfirmasi mengatakan bahwa pekerjaan proyek pengerasan jalan tersebut telah di bayar 100%.

“Sudah di bayar seratus persen.” Ujar Subhan

Namun entah mengapa pekerjaan proyek pengerasan jalan yang baru di realisasi hanya enam mobil sirtu yang jika di kubikasi lebih kurang tiga puluh kubik dengan rincian jika satu mobil Rp 650.000 dikalikan 6 mobil : Rp 3.900.000,-

Sedangkan biaya upah angkut satu mobil ke lokasi Rp 800.000, jika dikalikan enam mobil jumlah nya Rp 4.800.000, dan jika ditotalkan jumlah anggaran yang di realisasi pada pekerasan jalan tersebut baru Rp 8.700.000 (delapan juta tujuh ratus ribu).

Penulis: Andra

Baca Juga

BERITA TERBARU

Trend Minggu ini