Tintanusantara, co, id. Gorontalo – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Gorontalo menggelar Dialog Publik dan Mimbar Bebas dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-27 organisasi.
Kegiatan yang diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum LMND, Claudion K. Sare. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan LMND selama 27 tahun lamanya.
Pada kegiatan dialog publik yang menghadirkan perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo Hamka Manopo., bersama anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail., serta akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dikson T. Yasin.
Kegiatan juga dihadiri organisasi Cipayung Plus, berbagai paguyuban mahasiswa, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo.
Ketua Eksekutif Wilayah LMND Gorontalo mengatakan peringatan Hari Lahir LMND bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai persoalan pendidikan.
“Kami berharap dialog publik ini mampu melahirkan gagasan dan solusi yang konstruktif demi kemajuan pendidikan, khususnya di Gorontalo dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Dialog berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan pandangan dari pemerintah, legislatif, akademisi, dan mahasiswa. Berbagai isu pendidikan dibahas bersama dalam forum tersebut.
Sementara itu, Mimbar Bebas dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta rekomendasi terhadap kebijakan pendidikan.
Melalui peringatan Hari Lahir ke-27, LMND Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik dan memperjuangkan pendidikan yang adil, inklusif, serta berpihak kepada rakyat.

