Berani Menyikap Tabir

Ini Penyebab “Citra Kartini” Mati

TINTANUSANTARA.CO.ID, KERINCI – Harimau yang diberi nama Citra Kartini yang dilepas BKSDA dan BBTNKS beberapa waktu lalu ditemukan mati pada Sabtu (19/7) lalu. Ternyata penyebab kematian Citra cukup komplit.

Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, tertanggal 22 Juli 2022, ditandatangani Kepala BBTNKS, Pratono Puroso, menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh harimau tersebut, Citra Kartini didiagnosa Sepsis.

“Yaitu suatu kondisi dimana semua organ mengalami perdarahan dan ditandai dengan tanda pucat pada selaput organ,” dikutip dari siaran pers yang diterima Jumat (22/7).

Dari diagnosa tersebut, disimpulkan dari Perubahan-perubahan pada organ menunjukkan adanya peradangan pada hati, ginjal, paru, pembesaran jantung (penebalan otot jantung) dan kekurangan cairan tubuh dan anemia akut.

“Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian HS Citra Kartini, maka beberapa sampel organ akan dikirim untuk uji laboratorium di Balai Veteriner Bukit Tinggi,” lanjutan siaran pers.

Untuk diketahui, Harimau Citra Kartini dilepas liarkan pada 8 Juni 2022 bersama satu ekor harimau jantan bernama Surya Manggala. Pergerakan kedua harimau terus dipantau melalui GPS. Selain itu, sejak pelepasan dua harimau tersebut, masyarakat juga merasa resah, karena beberapa ternak seperti sapi dan anjing dimangsa.

Hingga akhirnya satu harimau bernama Citra Kartini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kawasan hutan Desa Baru Lempur, Kecamatan Gunung Raya, 19 Juni 2022, setelah pantauan GPS menunjukkan tidak adanya gerakan Citra, dan tim langsung menuju koordinat Citra, yang kemudian langsung dievakuasi. (wardizal)