TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Gubernur Minta Sekolah Diliburkan

Imbauan yang diterbitkan Pemprov Jambi menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi mewaspadai penyebaran wabah Corona.

TINTANUSANTARA.CO.ID, JAMBI – Gubernur Jambi Fachrori Umar mengimbau seluruh sekolah mulai tingkat PAUD, SD dan SMP sederajat di kabupaten/kota di Jambi diliburkan sementara sebagai wujud kewaspadaan penyebaran wabah Corona.

“Pendidikan PAUD/TK/SD/SMP/Madrasah di bawah naungan Kabupaten/Kota dan Kementerian Agama dihimbau untuk diliburkan,” katanya melalui Karo Humas Pemprov Jambi, Johansyah, Minggu (15/3/2020).

Imbauan itu berdasarkan hasil putusan rapat Pemprov Jambi beserta jajaran mengacu arahan Presiden Jokowi agar pemerintah di daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Corona, khususnya di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Untuk sekolah yang menjadi kewenangan Pemprov Jambi seperti SLB, siswa SMA/SMK kelas X dan XI se-Provinsi Jambi diliburkan selama satu minggu terhitung tanggal 16 hingga 23 Maret 2020,” katanya.

Sementara itu, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada SMK tetap dilaksanakan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional (POS UN) tanggal 16 hingga19 Maret 2020. Ujian Satuan Pendidikan pada SMA/MA kelas XII tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal mulai 12 hingga 20 Maret 2020.

Diingatkan perguruan tinggi untuk melaksanakan proses belajar mengajar dirumah.

Menyikapi mewabahnya Virus Corona di Indonesia, Pemprov Jambi mengimbau masyarakat tidak panik dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta tidak melakukan atau menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Masyarakat juga dihimbau menunda penyelenggaraan kegiatan perayaan hari-hari besar keagamaan baik di Rumah Ibadah maupun di tempat umum dan Seluruh fasilitas publik diharapkan menyediakan sarana cuci tangan (handwash),” kata pria berkacamata ini.

Dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah corona dilingkungan kerja Pemprov Jambi, Apel pagi dan sore serta upacara hari besar nasional untuk sementara tidak dilaksanakan. Penggunaan mesin kehadiran elektronik/Handkey untuk sementara dihentikan dan kehadiran ASN dan PTT menggunakan daftar hadir manual.

“Tidak melakukan Perjalanan dinas ke luar negeri dan ke luar daerah Provinsi Jambi dan seluruh fasilitas publik diharapkan menyediakan sarana cuci tangan (handwash),” ujar Johansyah.