TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Diskominfo Sarolangun Data Ulang Blank Spot

Diskominfo Sarolangun Data Ulang Blank Spot

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sarolangun saat ini melaksanakan kegiatan pendataan ulang Blank Spot area yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Sarolangun.

Kepala Diskominfo Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan, jika saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan ulang daerah Blank Spot, yang mana baru berjalan di Kecamatan Mandiangin dan Kecamatan baru yaitu Mandiangin Timur.

Untuk Kecamatan Mandiangin, dijelaskan Kurniawan jika ada lima desa yang kita indikasikan Blank Spot, yaitu Desa Pemusiran, Sungai Rotan, Sialang Batuah, Sungai Buntang dan Desa Rangkiling.

“Sementara untuk di Kecamatan Mandiangin Timur, baru Empat desa yang dilakukan pendataan dan dijelajahi dikarenakan terbatas infrastruktur, diantaranya Desa Jati Baru, Jati Baru Mudo, Jernang Baru dan Desa Mekar Jaya di KM 05,”katanya.

Masih dikatakan Kurniawan, jika sebelumnya pada tahun 2020 yang lalu, Diskominfo sudah melakukan pendataan Blank Spot, dimana ada 14 titik area Blank Spot yang tersebar di Kecamatan Batang Asai, CNG, Pauh dan Limun. Pada tahun 2021 ini kembali mendata ulang untuk Kecamatan yang baru, yaitu Mandiangin Timur.

“Untuk data Kecamatan Mandiangin Timur belum selesai pendataannya dan sedang kita rekap. Sebab kita mendata ulang seluruh Kecamatan di Sarolangun,”katanya.

Kurniawan juga mengatakan jika pada tahun 2020 ada 7 Desa yang diprioritaskan dan diusulkan untuk menerima bantuan BTS dari Kementerian, diantaranya di Kecamatan Batang Asai ada 4 Desa, Kecamatan CNG 1 Desa dan Kecamatan Pauh ada 2 Desa.

“Kecamatan Batang Asai antara lain, Simpang Narso, Batu Empang, Bukit Berantai dan Bukit Sulah. Di Kecamatan CNG, desa Tambang Tinggi dan Kecamatan Pauh, Pangkal Bulian dan Seko Besar,”katanya.

Terkait dengan realisasi dari usulan 7 Desa yang sudah disampaikan ke Kementerian tersebut, disebut Kurniawan jika sampai saat ini memang belum terealisasi, dikarenakan saat ini Kementerian sedang fokus kewilayah Indonesia bagian Timur.

“Memang sampai saat ini belum terealisasi, namun kita akan tetap komunikasi terus ke Kementerian melalui pihak Bhakti,”katanya.(aji)