TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Didemo IWS, DPRD Sarolangun Kosongkan Kantor

Didemo IWS, DPRD Sarolangun Kosongkan Kantor

TINTANUSANTARA.CO.ID, SAROLANGUN – Didemo Ikatan Wartawan Sarolangun (IWS) DPRD Kabupaten Sarolangun kosongkan kantor, setelah aksi dikantor Bupati Sarolangun dan disambut baik Bupati Sarolangun, setelah usai audiensi Gabungan massa Ikatan Wartawan Sarolangun kembali menggeruduk Kantor DPRD kab Sarolangun.

DPRD kabupaten Sarolangun diduga tidak mendukung anggaran publikasi media, tapi sayangnya Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari dan anggota DPRD Lainya tidak satupun yang berada dikantor untuk bisa ditemui dan bisa menampung aspirasi dari para Pendemo.

Tak satupun anggota DPRD termasuk ketua DPRD bisa di temui digedung rakyat tersebut, mereka diduga takut Bertemu dengan insan pers yang mengelar aksi tersebut.

Aksi unjuk rasa ikatan Wartawan karena diskominfo menyalahkan DPRD yang telah memotong anggaran media hingga media tidak diperlukan dalam publikasi.

Aksi digedung DPRD Sarolangun berlanjut dengan rasa kecewa, sebelumnya Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari melalui Dodi orang terdekat ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari siap menemui insan pers dalam gabungan Ikatan Wartawan Sarolangun dalam aksi yang diminta audiensi.

“Kita sebelumnya di telpon bahwa ketua siap menemui dan dalam bentuk audiensi” sebut Budi menirukan gaya Dodi.

Sesampainya aksi digedung DPRD Sarolangun tidak satupun anggota DPRD menemui peserta aksi, tidak hanya itu ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari yang berjanji malah memilih kabur dan dinilai anti terhadap kritik dan informasi publik.

Asmara sebagai koordinasi aksi di gedung rakyat tersebut menjelaskan rasa kecewa dengan Tontawi Jauhari ketua DPRD Sarolangun beserta anggota DPRD Sarolangun yang dianggap telah mati hati nuraninya terhadap keluhan dan aspirasi insan pers.

“Kita kecewa, tidak satupun yang menyambut aspirasi kita, selain itu kekecewaan kita terhadap ketua DPRD Sarolangun yang memilih kabur dari aspirasi pers” jelas Asmara sebagai korlap aksi.

Selain itu Asmara menjelaskan, pers merupakan pilar ke empat dalam memperjuangkan kemerdekaan, sementara yang sangat disayangkan wakil rakyat menorehkan rasa ketakutan dengan insan pers, hal inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi Ikatan Wartawan Sarolangun.

“Kita sayangkan, kenapa janji ketua DPRD sebelumnya lebih memilih kabur dan meminta jadwalkan kembali untuk audiensi” katanya. (Andra)