TINTA NUSANTARA
BERANI MENYIKAP TABIR

Besok Kadis Pendidikan Kabupaten Sarolangun Akan Panggil Kepsek SMP N 7 Sarolangun

TINTANUSANTARA.CO.ID

SAROLANGUN – Besok Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sarolangun Helmi Hamid SH MH akan memanggil kepala sekolah SMP N 7 Sarolangun terkait kebijakan pihak sekolah yang di kritik wali muridnya.

Saat di konfirmasi di mintai tanggapan Kamis malam (15/9/2022) Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sarolangun mengucapkan terimakasih atas informasinya yang telah di berikan oleh media ini.

“Terimakasih informasinya nya besok kepala sekolah nya akan saya panggil,

Saya akan memanggil pihak sekolah dan minta penjelasan tentang persoalan ini, kalau ini diterapkan di sekolah ini suatu kebijakan yang keliru dan pihak Diknas akan memerintahkan untuk tetap masuk seperti biasa.” Ujarnya

Sebelum nya media ini telah menerbitkan berita bahwa Seorang Wali murid mengkritisi kebijakan yang di lakukan oleh pihak Sekolah SMP N 7 Sarolangun yang berada di kecamatan Pauh kabupaten Sarolangun yang mana sekolah tersebut membagi jam belajar para siswa dan siswi kelas Vll dan kelas Vlll menjadi dua sip, sehari sekolah sehari libur.

Menurut Sumber dari wali murid tentu nya hal tersebut sangat merugikan Siswa dan Siswi yang akan berdampak di kemudian hari akibat kekurangan jam belajar.

“Sehari sekolah sehari libur, inikan tidak efektif Jadi nya.” kata nya

Sumber menjelaskan jika pernah menanyakan hal tersebut kepada pihak sekolah mengapa sehari sekolah sehari libur,Pihak sekolah mengatakan degan alasan yang tidak masuk akal.

“Kalau masuk semua akan terjadi keributan bertinju.”

Wali murid bisa terima jika kebijakan yang di ambil oleh pihak sekolah SMP N 7 Sarolangun sehari sekolah sehari libur di karenakan sekolah kekurangan gedung, atau Ruangan tempat bejalar mengajar lagi sedang di Renovasi dalam perbaikan hal tersebut tidak di permasalahkan.

“Kita bisa terima jika memang ruang belajar nya tidak ada, tapi ini sekolah malah lebih satu Ruangan.” Ujarnya

“Kami berharap agar kepala dinas Pendidikan kabupaten Sarolangun agar menegur kepala sekolah bersangkutan dan memerintahkan agar mengatifkan kembali kegiatan belajar dan mengajar di sekolah seperti biasa agar Siswa dan Siswi bisa menimbah ilmu dengan Sempurna”

Pihak Sekolah saat di konfirmasi melalui Waka kesiswaan Sofyan Latif, S.Ag mengatakan dan memberi alasan mengapa kegiatan di sekolah untuk Siswa dan Siswi kelas Vll dan kelas Vlll memakai sip atau sehari sekolah sehari libur.

Sofyan Latif memakui jika di sekolah ada nya kegiatan belajar mengajar memakai sip 1 dan sip 2, untuk kelas Vll dan kelas Vlll.

“Kalau kelas lX harus belajar ful karena sebentar lagi mereka akan mengikuti ujian, kalau kelas Vll dan Vlll masih pakai sistem yang lamo pakai sip.”

Saat di tanya latar belakang apa penyebab nya mengapa sehari masuk sehari libur Sofyan Latif mengatakan,

“Selama ini dakdo Masalah pakai sip, kemudian Ado jugo wali murid yang kepingin anak nya tidak pakai sip belajar nya penuh dakdo masalah.”

Yang melatar belakangi mengapa pihak sekolah SMP N 7 Sarolangun masih memakai sip Sofiyan Latif menjawab tidak mengetahui dan mengatakan pimpinan sekolah nya yang tau soal peraturan menteri, dan menjelaskan jika Dinas pendidikan kabupaten Sarolangun sudah mengetahui jika hal tersebut berdasarkan peraturan menteri.

“Secara keseluruhan bukan SMP N 7 saja yang memakai sip banyak sekolah lain yang memakai sip, kepala sekolah yang tau.”

Sofiyan Latif menegaskan Tidak ada kendala gedung dan tidak ada karena kekurangan tenaga pendidik pihak sekolah memberlakukan soal sip sip sekolah di SMP N 7 Sarolangun namun karena dari kepala sekolah mengatakan belum Ada aturan yang melarang sekolah untuk memakai sip.

“Menurut ibu pas masuk belum Ado aturan untuk memberhentikan pakai sip.” Pungkasnya

Penulis: Andra