Jakarta Utara, Tintanusantara.co.id – Pelaksanaan kegiatan reses anggota DPRD DKI Jakarta, , di wilayah RT 06 RW 05, Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, pada Selasa pagi menuai sorotan dari sejumlah wartawan yang hadir untuk melakukan peliputan.
Menurut keterangan beberapa jurnalis di lokasi, mereka mengaku mengalami hambatan saat hendak mengambil dokumentasi kegiatan reses tersebut. Salah seorang yang disebut sebagai sopir pribadi anggota dewan tersebut diduga melarang wartawan mengambil gambar jalannya acara.
Tidak hanya itu, seorang panitia perempuan berinisial J juga dinilai kurang kooperatif terhadap awak media yang hadir. Sikap tersebut disaksikan oleh sejumlah warga yang mengikuti kegiatan reses.
Sejumlah wartawan menyayangkan perlakuan yang mereka terima. Pasalnya, kegiatan reses merupakan agenda publik yang berkaitan dengan penyerapan aspirasi masyarakat dan menjadi bagian dari tugas konstitusional anggota legislatif yang perlu diketahui masyarakat luas melalui pemberitaan media.
“Media hadir untuk menyampaikan informasi kepada publik. Sangat disayangkan jika ada pihak-pihak yang justru menghambat kerja jurnalistik di lapangan,” ujar salah seorang wartawan yang berada di lokasi.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi dalam kegiatan yang melibatkan wakil rakyat. Beberapa warga yang hadir juga mengaku heran dengan adanya larangan terhadap wartawan yang hanya ingin mendokumentasikan kegiatan tersebut.
Sikap oknum tim pendamping dinilai dapat menciptakan citra negatif terhadap penyelenggaraan reses dan berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan oleh wakil rakyat.
Para wartawan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta agar seluruh tim pendamping kegiatan legislatif dapat lebih memahami fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Alief Bintang Haryadi terkait dugaan penghalangan peliputan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak yang bersangkutan untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi.(*/Red)


