JAKARTA , Tintanusantara.co.id – Suasana penuh warna, tawa, dan semangat kebersamaan mewarnai hari terakhir kegiatan Lestari Bhinneka Tunggal Ika Menyongsong 5 Abad Kota Jakarta yang berlangsung di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang digelar oleh Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta ini ditutup dengan lomba mewarnai anak serta berbagai pertunjukan budaya yang mencerminkan indahnya keberagaman Indonesia.
Sejak pagi, puluhan peserta anak-anak bersama orang tua telah memadati lokasi kegiatan. Setelah registrasi, para peserta mulai menuangkan kreativitas mereka melalui beragam warna dan imajinasi pada gambar yang telah disiapkan panitia. Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga menjadi sarana edukasi yang menanamkan nilai kreativitas, percaya diri, dan kecintaan terhadap bangsa sejak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubkel Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Utara Desi, Kasuban Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Pusat, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Seribu, Keluarga Besar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DKI Jakarta, perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Ketua Umum IKAMA (Ikatan Keluarga Madura) beserta jajaran pengurus, para Ketua DPC IKAMA se-DKI Jakarta, tokoh masyarakat, pegiat budaya, dan berbagai unsur masyarakat lainnya.
Sebelum perlombaan dimulai, para pengunjung disuguhkan penampilan seni budaya dari IKAMA yang menampilkan kekayaan tradisi Madura. Pertunjukan tersebut mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari peserta maupun tamu undangan yang hadir.
Kemeriahan semakin terasa ketika perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menampilkan berbagai kesenian khas Betawi. Penampilan tersebut menjadi simbol kuat bahwa keberagaman budaya merupakan identitas sekaligus kekuatan Jakarta sebagai kota yang tumbuh dari semangat persatuan dalam perbedaan.
Ketua Panitia, N. Aty Nuriyati, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebhinekaan masih hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat Jakarta.
“Alhamdulillah, kegiatan Lestari Bhinneka Tunggal Ika dapat berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Anak-anak, orang tua, komunitas budaya, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat dapat berbaur dalam suasana yang penuh keakraban. Inilah wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Aty.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta, komunitas budaya, organisasi masyarakat, hingga para relawan yang terlibat.
Secara khusus, Aty menyampaikan penghargaan kepada Department Head ITC Cempaka Mas beserta seluruh jajaran manajemen atas dukungan fasilitas dan kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Department Head ITC Cempaka Mas beserta seluruh jajaran manajemen. Dukungan yang diberikan menjadi salah satu faktor penting yang membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, nyaman, dan sukses. Semoga sinergi ini terus terjalin dalam berbagai kegiatan yang memperkuat persatuan, pelestarian budaya, dan wawasan kebangsaan,” katanya.
Setelah melalui proses penilaian dewan juri, panitia mengumumkan para pemenang lomba mewarnai. Penyerahan hadiah, sertifikat penghargaan, dan cendera mata berlangsung meriah serta disambut dengan penuh kebahagiaan oleh peserta dan keluarga mereka.
Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Herlina Suswita. Dalam sambutannya, Herlina menegaskan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar berkreasi, tetapi juga dikenalkan pada keberagaman budaya Indonesia sebagai kekuatan bangsa. Nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air harus terus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter generasi penerus yang akan membawa Jakarta menuju usia 500 tahun dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Penutupan kegiatan ditandai dengan foto bersama seluruh peserta, tamu undangan, panitia, dan perwakilan komunitas budaya. Momentum ini menjadi penegasan bahwa keberagaman bukanlah pemisah, melainkan perekat yang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Jakarta menuju kota global yang harmonis, inklusif, dan berbudaya. (Hendriyawan)


