Tinta nusantara, co, id. Gorontalo, limboto – Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo (Pesona) dan Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (Serligo) telah resmi dibuka bertempat di Taman Budaya Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat 19/06/26.
Kegiatan yang akan berlangsung hingga 22 Juni nanti menjadi wadah kolaborasi demi memperkuat pengembangan ekonomi syariah dan percepatan transformasi digitalisasi di Provinsi Gorontalo.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, menjelaskan pada penyelenggaraan Pesona-Serligo pada tahun ini adalah kali keduanya dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo.
Menurutnya, Gorontalo yang dikenal sebagai “Bumi Serambi Madinah” Memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah pada wilayah Sulawesi, Maluku dan juga Papua.
“Potensi yang semakin relevan ditengah meningkatnya kebutuhan sistem ekonomi yang inklusif, dengan kekuatan sektor pertanian, perikanan, serta basis budaya islam yang kuat, Gorontalo perlu melakukan akselerasi penguatan ekonomi syariah berbasis ekosistem halal dan modern,” Ujar bambang pada sambutan.
Penyelenggaraan Pesona-Serligo tahun 2026 ini terlaksana akibat dukungan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, perbankan syariah, pondok pesantren, hingga berbagai pelaku ekonomi syariah di daerah.
Ia menyebutkan, selama empat hari pelaksanaan acara ini sejumlah agenda utama yang akan digelar diantaranya, talkshow, pameran dan showcasing, produk UMKM, fasilitas layanan sertifikasi halal, serta berbagai macam kegiatan yang edukatif dan promosi ekonomi syariah lainnya.
Sementara itu, sambutan Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah memiliki peran penting dalam mendorong berbagai pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebutkan, berbagai potensi ekonomi syariah di Gorontalo mencakup berbagai sektor, mulai dari industri makanan dan minuman halal, fashion muslim, pariwisata ramah tamah muslim, hingga penguatan lembaga keuangan syariah.
“Saat ini digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” Katanya.
Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran QRIS ini juga semakin diterima oleh para pelaku UMKM di Gorontalo karena dinilai lebih praktis dan efisien dalam mendukung aktivitas usaha.
Melalui Serligo 2026 ini, Pemerintah Gorontalo berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, pelaku usaha, akademisidan seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi inilah yang akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing,” Ujarnya.
Ia mengajak masyarakat dan selaku pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum Event ini sebagai acara sarana belajar, berbagai pengalaman, membangun jejaring kerja, serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

