
TINTA NUSANTARA.CO.ID – CIPUTAT — Banjir yang terus menghantui kawasan Ciputat dan Ciputat Timur memantik kemarahan sekaligus kepedulian warga. Kondisi yang dinilai semakin parah itu akhirnya melahirkan Forum Peduli Sungai Ciputat, sebuah gerakan masyarakat yang bertekad membedah akar persoalan banjir yang selama ini dianggap tak pernah benar-benar diselesaikan.
Warga menilai, banjir kini bukan lagi disebabkan hujan ekstrem. Di sejumlah wilayah seperti Perumahan Payung Mas, Asrama Polisi Udara, Pondok Hijau hingga kawasan Inhutani, hujan ringan saja disebut sudah cukup membuat genangan muncul dan aktivitas warga lumpuh.
Ketua Forum Peduli Sungai Ciputat, Akhmad Mutakin, menegaskan persoalan banjir di wilayah tersebut tidak bisa lagi ditutup-tutupi hanya dengan proyek tambal sulam seperti drainase, tanggul, maupun pompa air.
“Pendangkalan, penyempitan sungai hingga penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukan diduga menjadi penyebab utama banjir terus terjadi,” tegas Akhmad dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, berbagai langkah yang selama ini dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan memang patut diapresiasi. Namun fakta di lapangan menunjukkan banjir tetap berulang bahkan dengan intensitas yang makin mengkhawatirkan.
Forum tersebut menilai kondisi Sungai Ciputat perlu dibuka secara transparan kepada publik, termasuk dugaan adanya alih fungsi lahan dan penyempitan aliran sungai yang diduga memperparah daya tampung air.
Sebagai langkah konkret, Forum Peduli Sungai Ciputat akan menggelar kegiatan “Susur Sungai Ciputat Tahap I” pada Minggu, 31 Mei 2026. Kegiatan itu akan melibatkan warga, relawan, mahasiswa hingga berbagai organisasi sosial dan lingkungan.
Hingga 24 Mei 2026, tercatat sebanyak 66 peserta telah mendaftar dan jumlahnya diperkirakan menembus 100 orang sebelum penutupan registrasi pada 30 Mei mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan dibagi menjadi lima tim kecil untuk menyisir aliran Sungai Ciputat secara simultan mulai dari kawasan Universitas Terbuka hingga Graha Hijau melalui jalur darat maupun sungai.
Sejumlah organisasi yang turut terlibat antara lain Forum Potensi Tangsel, Muhammadiyah Disaster Management Center Tangsel, Disaster Response BAZNAS Tangsel, Ikatan Alumni UMJ, Oi Crisis Center, KMPLHK Ranita UIN Jakarta, LKBHMI, KPA Whidarsa STIKes Widya Dharma Husada Pamulang, Civitas dan Alumni STIE Ganesha Ciputat hingga Sahabat Yatim.
Tak hanya memetakan titik pendangkalan dan penyempitan, forum juga akan menginvestigasi dugaan hilangnya aliran Sungai Ciputat sepanjang sekitar 100 meter di kawasan Bintaro Exchange menuju Pondok Aren.
Isu hilangnya aliran sungai itu menjadi sorotan serius karena diduga berkaitan langsung dengan terganggunya sistem aliran air di kawasan hilir.
Forum Peduli Sungai Ciputat menegaskan hasil temuan dari kegiatan susur sungai nantinya akan dijadikan bahan evaluasi sekaligus rekomendasi resmi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan agar penanganan banjir tidak lagi sekadar bersifat sementara.
“Kami ingin menjadi partner diskusi dan kolaborasi aksi yang seimbang bersama pemerintah dan masyarakat,” tutup Akhmad.(Az**tim)

